BSN Partai Golkar gelar Serial Diskusi Publik Pancasila dan Demokrasi

Diskusi Publik BSNPG Partai Golkar | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik – Badan Saksi Nasional Partai Golkar menggelar Diskusi Publik Pancasila dan Demokrasi Volume 1 dengan tema “Refleksi Sistem Politik Indonesia: Telaah Perjalanan Politik Sejak Era Orde Lama Hingga Reformasi.” Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung DPP Partai Golkar dan dibuka oleh Ketua Badan Saksi Nasional Partai Golkar, Syahmud Basri Ngabalin.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Keynote Speaker, Adies Kadir, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan juga Wakil Ketua DPR RI periode 2024-2029. Dalam keynote-nya, Adies Kadir menjelaskan, “Indonesia sejak awal kemerdekaan terus memperbaiki sistem pemerintahan, dimulai dari sistem parlementer di awal pemerintahan Indonesia, berlanjut pada masa demokrasi liberal, dan sampai pada masa demokrasi terpimpin yang kita sebut sebagai masa Orde Lama.” Ia menambahkan, “Pada dasarnya, sistem politik di Indonesia terus berkembang sesuai dengan situasi dan fenomena politik yang terjadi di Indonesia.”

Diskusi ini dihadiri oleh empat narasumber, yaitu Yuddy Chrisnandi (MenPANRB 2014-2016 dan Ketua Balitbang Partai Golkar), Ahmad Irawan (Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PG), Sidratahta Mukhtar (Akademisi dan Peneliti Sosial Politik), serta M. Tio Aliansyah (Anggota DKPP RI). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari seratus peserta, yang terdiri dari pengurus dan kader Partai Golkar, serta unsur umum dan mahasiswa yang aktif dalam sesi diskusi.

Baca Juga: Bahtra Banong Ingatkan Hakim MK untuk Jaga Netralitas dalam Sengketa Pilkada 2024

Mengenai isu Presidential Threshold 0 persen, Yuddy Chrisnandi menjelaskan bahwa hal ini akan menjadi tantangan bagi Partai Golkar ke depan. “Presidential Threshold 0 persen adalah tantangan besar bagi Partai Golkar, tapi diharapkan Partai Golkar tidak dulu berpikir ke arah sana, karena situasi politik itu tidak pasti. Yang pasti, harus ditegaskan bahwa Partai Golkar adalah partai pemenang saat ini, baik pemenang pileg maupun pilpres, dan itu yang patut disyukuri,” tutup Yuddy Chrisnandi menandai akhir diskusi.

 

Sumber: kabargolkar

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru