Badan Bahasa Standarkan Bahan Ajar untuk Penguatan Literasi Siswa

Jakarta, PR Politik – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Bahan Fasilitasi dan Advokasi Kebahasaan dan Kesastraan pada 28-31 Juli 2025. Program ini bertujuan menstandarkan bahan ajar untuk Program Kamus Masuk Sekolah dan Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan bahan pembelajaran yang terstruktur dan komprehensif. Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, mengatakan bahwa standarisasi ini mencakup modul pembelajaran, instrumen evaluasi, dan strategi pengajaran yang relevan. “Layanan dalam hal bidang Fasilitasi dan Advokasi dharapkan dapat lebih optimal melalui kegiatan ini. Kegiatan Kamus Masuk Sekolah mendapat sambutan yang baik. Hal ini dapat dilihat dari permintaan yang masuk dari sekolah-sekolah yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang kamus ataupun bahasa daerah,” ujar Dora.

Program Kamus Masuk Sekolah mengajarkan siswa keterampilan merujuk, termasuk cara menggunakan kamus dan fitur pengusulan kosakata baru ke KBBI Daring. Sementara itu, Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra menyajikan informasi interaktif tentang keragaman bahasa dan sastra di Indonesia, yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama: Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd. dan Dr. Reni Nur Eriyani, M.Pd. dari Universitas Negeri Jakarta, serta Mochammad Rizky Candias dari Lokamantra Design and Communication Lab. Mereka memberikan pembekalan tentang pengembangan modul, evaluasi materi, dan desain konten edukatif.

Peserta yang terlibat terdiri dari Tim Bidang Fasilitasi dan Advokasi Bahasa dan Sastra, perwakilan Tim Kerja Perkamusan dan Peristilahan, serta Tim Kerja Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra. Keterlibatan lintas tim ini memperkuat kolaborasi dalam pengembangan bahan ajar. Lebih dari 30 peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan didampingi narasumber untuk mereviu serta menyempurnakan materi.

Baca Juga:  Jajaki Kerja Sama Ekonomi dan Lingkungan, Menlu Sugiono Lakukan Kunjungan Perdana ke Norwegia

“Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan-bahan yang komprehensif, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan lapangan. Selain itu, program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih signifikan. Adapun hasil yang diharapkan adalah tersusunnya modul-modul terkait dengan Kamus Masuk Sekolah dan Labbineka,” ujar Kepala Bidang Fasilitasi dan Advokasi dalam laporannya.

Dengan kegiatan ini, Badan Bahasa berharap materi Program Kamus Masuk Sekolah dan Laboratorium Kebinekaan menjadi lebih efektif dan terukur, serta menjadi acuan nasional dalam penguatan literasi kebahasaan.

 

sumber : Kemendikdasmen RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini