Atasi Anomali Kemacetan Puncak dan Pacu Ekonomi Pansela, Mulyadi Komisi XI DPR Usul Pembangunan Dua Jalur Pintas

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi XI DPR RI dari daerah pemilihan Kabupaten Bogor, Dr. H. Mulyadi, M.MA., mendesak pemerintah pusat untuk mempercepat penguatan infrastruktur serta konektivitas jalan di kawasan strategis Jawa Barat, khususnya wilayah Puncak dan Pantai Selatan (Pansela).

Inisiatif tersebut disampaikan Mulyadi dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9). Ia menggarisbawahi bahwa pembenahan konektivitas darat amat mendesak guna mengurai kemacetan kronis sekaligus memacu lompatan ekonomi berbasis pariwisata, perikanan, dan produk ekspor.

Ia menyoroti parahnya kemacetan kawasan Puncak yang saat ini dinilainya sudah berada dalam kondisi anomali karena tidak lagi terbatas pada akhir pekan. Ia menyodorkan gagasan pembangunan jalur pintas (bypass) dari Exit Tol Caringin langsung menuju kawasan Gunung Mas sebagai opsi konkret jika revitalisasi koridor utama sulit dieksekusi.

“Kabupaten Bogor memiliki destinasi wisata sekaligus jalur lintasan, yaitu Puncak. Kondisinya sudah anomali karena kemacetan tidak hanya terjadi pada akhir pekan. Jika jalur utara-selatan sulit direvitalisasi, saya mengusulkan pembangunan jalan pintas dari Exit Caringin menuju Gunung Mas,” katanya.

Ia menambahkan, penyelesaian masalah lalu lintas di Puncak harus menyeimbangkan antara perlindungan mobilitas warga lokal dan kenyamanan wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Negara harus benar-benar memperhatikan ekosistem destinasi wisata Puncak sekaligus melindungi masyarakat. Setiap Sabtu dan Minggu, masyarakat setempat seperti menghadapi situasi yang sangat sulit karena aktivitas mereka terganggu oleh kemacetan,” ujarnya.

Beralih ke kawasan Jawa Barat bagian selatan, ia menilai ketersediaan jalan Pansela yang telah tersambung dari Banten hingga Jawa Timur belum dimanfaatkan secara optimal untuk menggerakkan roda perekonomian lokal.

Guna menghidupkan koridor tersebut, ia mengusulkan pembuatan jalan pintas yang menyambungkan langsung Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) menuju Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga:  Pekerja Bangunan Tewas Diserang TPNPB-OPM di Tolikara, Mafirion Desak Jaminan Keamanan Mutlak bagi Warga Sipil

“Di sana terdapat potensi yang luar biasa, mulai dari destinasi wisata dan geopark hingga potensi perikanan. Yang terpenting, kawasan tersebut dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan ekonomi yang berorientasi ekspor,” terangnya.

“Saya kira perlu diusulkan pembangunan jalan pintas dari Tol Bocimi menuju Pelabuhan Ratu untuk mengakses jalur Pantai Selatan. Jalannya sudah bagus, tetapi masih sepi. Padahal, potensi perikanan dan destinasi wisata di sana sangat luar biasa. Namun, masyarakatnya masih sangat tertinggal,” pangkasnya.

Ia berharap terobosan konektivitas ini dapat menyeimbangkan ketimpangan pembangunan antara Jawa Barat utara dan selatan, sekaligus menjadikan Pelabuhan Ratu sebagai poros pertumbuhan ekonomi baru.

sumber : Fraksi Gerindra

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini