Sumedang, PR Politik – Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat IX dari Fraksi PKS Ateng Sutisna memberikan apresiasi atas penetapan Sekolah Rakyat (SR) Sumedang oleh Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai model terbaik yang layak direplikasi secara nasional. Penilaian tersebut disampaikan setelah evaluasi Kemensos yang menunjukkan bahwa SR Sumedang, yang pertama kali diresmikan dan berlokasi di area Balai Latihan Kerja (BLK) Sumedang.
Menurut Kemensos, SR Sumedang telah menunjukkan kualitas yang menonjol dalam berbagai aspek, mulai dari proses belajar-mengajarnya, kelengkapan sarana prasarana, hingga pelibatan masyarakat secara aktif dalam pengelolaan sekolah. Model ini dinilai berhasil menghadirkan pendekatan pendidikan yang efektif untuk mengatasi kesenjangan sosial & mengurangi risiko putus sekolah di daerah.
Ateng menilai keberhasilan ini bukan hanya prestasi SR Sumedang, tetapi juga peluang besar bagi Sumedang untuk melompat menjadi pusat ekosistem pendidikan terintegrasi dan gratis di masa mendatang. Ia menyoroti sejumlah indikator yang menunjukkan potensi tersebut.
“Pertama, Sumedang memiliki perguruan tinggi (negeri, swasta dan sekolah kedinasan) dengan reputasi yang terus meningkat. Kedua, animo calon mahasiswa dari berbagai pelosok Nusantara untuk kuliah di Sumedang makin tinggi. Ketiga, wilayah Sumedang sangat nyaman untuk kegiatan belajar. Dan keempat, pembangunan MAN Insan Cendekia sebagau satu-satunya sekolah unggulan bertaraf internasional di tiap provinsi semakin memperkuat posisi Sumedang sebagai pusat pendidikan,” ujarnya.
Dengan keunggulan tersebut, ia meyakini bahwa Sumedang hanya selangkah lagi menuju cita-cita sebagai pusat pendidikan terintegrasi yang benar-benar gratis. Pengembangan SR yang menyatu dengan pelatihan vokasional di BLK telah membuka jalur belajar yang lebih luas. mulai dari pendidikan dasar, menengah, hingga keterampilan kerja praktis.
Ke depan, Ateng mendorong agar lulusan SR dari tingkat dasar hingga tingkat atas dapat difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui dukungan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
“Anak-anak SR harus diberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang tertinggi tanpa hambatan biaya. Jika dari SR sudah unggul, maka jalur lanjutannya pun harus tersedia,” katanya.
Ia pun menegaskan kesiapannya untuk mendukung perluasan dan penguatan model SR Sumedang, termasuk pengembangan jalur pendidikan tinggi yang gratis dan yang terintegrasi dengan BLK.
“Model seperti ini bukan hanya mengentaskan kemiskinan, tetapi membangun peradaban. Sumedang sudah punya fondasinya, tinggal kita dorong agar sistemnya berkelanjutan,” pungkasnya.















