Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Zainul Munasichin, merespons tegas temuan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, terkait ketidakakuratan data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan hasil pendataan BGN, terungkap adanya sekitar 6 juta data ganda penerima manfaat dalam program prioritas nasional tersebut.
“Temuan 6 juta data ganda penerima MBG harus segera ditindaklanjuti secara serius. Data ganda menunjukkan masih adanya ketidaksinkronan basis data antarlembaga yang berpotensi membuat penyaluran program tidak tepat sasaran. Kami meminta BGN segera melakukan pemutakhiran dan verifikasi data secara menyeluruh agar tidak ada lagi penerima manfaat yang tercatat lebih dari satu kali,” ujar Zainul di Jakarta, Jumat (7/8).
Ia menegaskan bahwa BGN bersama kementerian teknis harus segera melakukan penyisiran dan validasi data secara terpadu guna menutup celah penerima ganda. Langkah pembersihan data ini mendesak dilakukan agar alokasi anggaran negara yang bernilai fantastis benar-benar efektif dan tepat sasaran.
“Temuan ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola data penerima MBG. Jangan sampai masih ada anak yang membutuhkan program MBG ini tapi malah belum tersentuh program ini sama sekali,” tegasnya.
Ia menyoroti masih banyaknya anak-anak di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang sangat membutuhkan intervensi Program MBG. Di berbagai pelosok daerah tersebut, anak-anak masih dibayang-bayangi kerawanan pangan, keterbatasan akses gizi seimbang, tingginya angka stunting, serta kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu. Oleh sebab itu, kehadiran MBG sangat krusial dalam menopang kesehatan fisik dan konsentrasi belajar siswa.
“Jangan sampai ada anak yang terlewat hanya karena persoalan administrasi. Dengan menutup celah data ganda, pemerintah memiliki ruang untuk memperluas cakupan penerima manfaat sehingga semakin banyak anak, khususnya di daerah 3T, dapat menikmati Program MBG,” katanya.
Ia menggarisbawahi bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mencetak generasi emas Indonesia yang sehat dan cerdas. Keberhasilan agenda strategis ini tidak semata-mata diukur dari besarnya nominal anggaran, melainkan dari presisi dan akurasi data penerimanya.
“Program unggulan Presiden Prabowo ini harus benar-benar mampu menjangkau anak-anak yang paling membutuhkan. Perbaikan data bukan sekadar urusan administrasi, melainkan langkah penting untuk memastikan keadilan, efektivitas, dan pemerataan manfaat program di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kasus 6 juta data ganda penerima MBG ini terdeteksi pada jenjang siswa SMP/MTs yang tercatat ganda pada dua pintu instansi berbeda, yakni Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Fenomena ini menjadi sinyal kuat pentingnya unifikasi dan integrasi data antarkementerian demi kelancaran penyaluran program di lapangan.
sumber : Fraksi PKB















