Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi Minta Pemerintah Sikapi Isu Superflu secara Proporsional

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi, meminta pemerintah menyikapi isu masuknya varian flu baru atau yang dikenal sebagai superflu ke Indonesia secara proporsional. Menurutnya, potensi ancaman tersebut tidak boleh memicu kepanikan publik, namun juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Negara harus hadir dengan langkah antisipatif yang serius, berbasis data ilmiah, serta komunikasi publik yang transparan agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak simpang siur,” ujar Nurhadi, Rabu (7/1/2026).

Nurhadi mendorong Kementerian Kesehatan untuk memperkuat sistem surveilans epidemiologi, khususnya di pintu-pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan. Ia juga menekankan pentingnya memastikan kesiapan fasilitas layanan kesehatan dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus.

“Deteksi dini, pelacakan, dan respons cepat menjadi kunci utama agar penyebaran dapat dikendalikan sejak awal,” tegas legislator Fraksi Partai NasDem tersebut.

Selain langkah teknis, Nurhadi menilai keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi faktor krusial dalam menghadapi potensi ancaman penyakit menular. Pemerintah, menurutnya, perlu menyampaikan secara jelas tingkat risiko, pola penularan, serta langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan, sehingga masyarakat tetap waspada tanpa diliputi rasa panik.

“Edukasi publik harus diperkuat dengan menekankan perilaku hidup bersih dan sehat serta kesiapsiagaan layanan kesehatan primer,” ujar politisi dari daerah pemilihan Jawa Timur VI itu.

Lebih lanjut, Nurhadi menegaskan Komisi IX DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan mendorong koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Perhubungan serta instansi terkait lainnya, agar upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi ancaman penyakit menular apa pun,” pungkasnya.

Baca Juga:  Muhammad Hatta Dorong Pembentukan Lembaga Khusus Perlindungan Industri Nasional

Bagikan: