Anggota BKSAP DPR RI Fathi Kawal Resolusi Diplomasi Parlemen untuk Solusi Dua Negara Palestina di Sidang IPU

Anggota BKSAP DPR RI Fathi | Foto: Istimewa

Tashkent, PR Politik – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Erlangga dari Fraksi Partai Golkar, bersama Anggota BKSAP DPR RI Fathi dari Fraksi Partai Demokrat, aktif mengawal pembahasan resolusi mengenai Diplomasi Parlemen untuk Solusi Dua Negara untuk Palestina dalam forum Komisi Perdamaian dan Keamanan Internasional Inter-Parliamentary Union (IPU).

Rapat penting tersebut berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, pada Minggu, 6 April 2025, sebagai bagian dari rangkaian Sidang Umum IPU ke-150 yang digelar pada 5 hingga 9 April 2025.

Dalam sesi debat, Fathi menegaskan posisi tegas DPR RI dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka dan berdaulat.

“Kita telah menyaksikan kejahatan luar biasa yang dilakukan oleh pasukan Israel terhadap ribuan warga sipil, yang mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Korbannya sudah terlalu banyak. Sudah saatnya bagi kita, anggota parlemen, untuk segera mengambil sikap dan mendorong satu-satunya pilihan yang memungkinkan, yaitu solusi dua negara,” tegas Fathi dalam pernyataan tertulisnya pada Senin, 7 April 2025.

Sementara itu, Ravindra Erlangga menegaskan komitmen Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai jalan damai yang adil, dengan Israel dan Palestina hidup berdampingan dalam batas-batas wilayah yang telah disepakati pada tahun 1967.

“Palestina memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” jelas Ravindra.

Delegasi DPR RI, yang tergabung bersama Parlemen negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), juga menyatakan penolakan tegas terhadap usulan Israel yang berupaya mengganti seluruh draf resolusi IPU dengan draf tandingan milik Israel.

“Indonesia menyampaikan apresiasi dan terima kasih pada Co-Rapporteur IPU karena telah menyusun draf resolusi yang seimbang dan komprehensif sebagai satu-satunya dokumen yang akan kita diskusikan pada rapat ini. Kami menolak draf usulan Israel,” tegas Fathi dalam pembukaan sesi debat.

Baca Juga:  Prabowo Siap ke Iran Untuk Jadi Mediator, Wakil Ketua MPR RI: Mediasi Harus Sesuai Konstitusi

Sidang Umum IPU ke-150 ini juga membahas sejumlah agenda strategis global lainnya, termasuk isu Palestina, pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta peningkatan peran perempuan dan generasi muda dalam politik.

Langkah proaktif yang dilakukan oleh Ravindra Erlangga dan Fathi dalam forum internasional ini menunjukkan konsistensi posisi Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina di berbagai panggung diplomasi global.

 

Sumber: fraksidemokrat.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru