Ingatkan Pemerintah Soal Pengembangan Bandara, Mori Hanafi Minta Kajian Pasar Komprehensif dan Sentil Kasus Kertajati

Jakarta, PR Politik – Kondisi industri penerbangan nasional saat ini dinilai belum memungkinkan bagi pihak maskapai untuk melakukan ekspansi armada secara besar-besaran ke berbagai daerah. Menanggapi situasi tersebut, pemerintah diminta lebih berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam mendorong pengembangan maupun pengoperasian bandara baru di berbagai daerah.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mori Hanafi. Menurutnya, ketersediaan fisik infrastruktur bandara tidak secara otomatis menjamin keberlangsungan operasional penerbangan jika tidak ditopang oleh kesiapan maskapai dan ketercukupan potensi pasar.

“Keberadaan bandara tidak cukup hanya ditopang pembangunan infrastruktur yang bagus, tetapi juga harus didukung maskapai dan potensi pasar yang memadai. Bandara itu bisa hidup, enggak cuma bandaranya bagus, tapi harus di support oleh maskapai,” ungkapnya dalam keterangannya, Senin (17/8).

Legislator NasDem asal Daerah Pemilihan NTB I ini mengingatkan, rendahnya volume penumpang di suatu daerah kerap memaksa pemerintah mengucurkan alokasi subsidi agar maskapai bersedia membuka atau mempertahankan rute penerbangan. Kendati demikian, skema pemberian subsidi wajib dihitung secara presisi agar tidak menggerogoti keuangan negara dalam jangka panjang.

“Saya khawatir nanti kalau kita dorong, kita boncos kebanyakan subsidinya. Kalau kita mau minta layanan terbang di situ, karena penumpangnya sepi, mungkin kita harus subsidi dalam rangka menghidupkan bandara itu,” katanya.

Ia menekankan pentingnya studi kelayakan (feasibility study) yang komprehensif sebelum mengeksekusi proyek pengembangan bandara. Langkah tersebut krusial guna memastikan kelayakan ekonomi dan daya serap pasar riil.

“Jadi maksud saya, ide bagus ini perlu dilakukan, perlu studi kelayakan dulu, hati-hati,” tegasnya.

Sebagai bahan evaluasi, ia menyoroti dinamika pemanfaatan Bandara Kertajati di Jawa Barat. Ia menilai berbagai intervensi anggaran yang telah digelontorkan pemerintah guna menggerakkan aktivitas penerbangan di bandara tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Baca Juga:  Lestari Moerdijat Dorong Penerapan Serius Regulasi untuk Atasi Kekerasan Berbasis Gender

“Kita contohnya Bandara Kertajati kan beberapa kali kita coba bangkitkan, tapi itu nggak berhasil. Padahal, mohon maaf ya, beberapa uang yang sudah kita keluarkan, anggaran untuk bagaimana supaya bandara itu sudah banyak, nggak berhasil,” ujarnya.

Atas dasar itu, ia meminta seluruh kebijakan penerbangan nasional konsisten berorientasi pada kebutuhan pasar.

“Harus berorientasi pada kepentingan pasar, itu yang paling utama. Jangan sampai pasarnya nggak ada, kita paksakan,” katanya.

Menurutnya, target peningkatan produksi pangan akan meleset jika tidak ditopang oleh jalur distribusi yang memadai dari kawasan sentra pertanian menuju pusat konsumsi.

“Swasembada pangan itu nggak bisa sukses kalau tidak jalannya ada. Itu nggak bisa,” tegasnya.

Mengakhiri keterangannya, ia mendorong pemerintah untuk tetap memprioritaskan alokasi anggaran pembangunan jalan penghubung antardaerah di kawasan pelosok.

“Karena itu, saya tetap berharap infrastruktur-infrastruktur, yaitu jalan-jalan yang menghubungkan antardaerah dalam rangka swasembada pangan, benar-benar diperhatikan di negara ini,” pungkasnya.

sumber : Fraksi Nasdem

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini