Pacitan, PR Politik – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menginstruksikan seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat tingkat DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota se-Indonesia untuk memperketat barisan konsolidasi internal. Langkah ini ditegaskan sebagai fondasi absolut dalam mengeskalasi kapasitas legislasi, mempererat ikatan persaudaraan, serta memperkokoh spirit pengabdian nyata kepada akar rumput.
Seruan taktis tersebut digelorakan AHY saat memberikan pengarahan utama pada pembukaan Gelombang II Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia. Agenda makro tersebut dipusatkan di Kompleks Museum & Galeri SBY-Ani, Pacitan, Jawa Timur, Sabtu malam (4/7).
“Saya memandang Bimbingan Teknis Nasional ini bukan sekadar forum pembelajaran. Ini adalah ruang untuk memperkuat soliditas, menyamakan langkah, dan meneguhkan kembali semangat perjuangan kita,” tegasnya di hadapan ribuan legislator daerah yang hadir.
Dalam pidato politiknya, ia menggarisbawahi bahwa rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) yang tengah bergulir di tingkat provinsi, serta Musyawarah Cabang (Muscab) di tingkat kabupaten/kota, wajib ditempatkan sebagai ajang pematangan kepemimpinan. Momentum tersebut tidak boleh direduksi sebatas ajang perebutan kursi kepengurusan struktural parpol.
Ia mengingatkan bahwa kedigdayaan organisasi hanya bisa tegak di atas pilar kepercayaan (trust), kebersamaan (togetherness), dan persatuan nasional, bukan berdasarkan ego personal atau kelompok. Ia meminta seluruh kader mengubur dalam-dalam friksi internal dan mengedepankan tradisi musyawarah yang santun.
“Pada saat yang sama, mari bangun komunikasi publik yang santun, beretika, rasional, dan berempati. Karena dalam politik, masyarakat bukan hanya mendengar apa yang kita sampaikan, masyarakat juga akan menilai bagaimana cara kita menyampaikannya,” urainya menjabarkan strategi komunikasi politik partainya.
Menjelang akhir arahannya, ia menyuntikkan refleksi historis terkait usia Partai Demokrat yang akan genap menginjak angka 25 tahun atau seperempat abad pada 9 September 2026 mendatang. Sepanjang perjalanan sejarah yang dinamis tersebut, Demokrat tercatat telah menuntaskan berbagai fase politik: mulai dari memimpin pemerintahan selama dua periode, berada di luar lingkaran kekuasaan sebagai oposisi, hingga kini kembali memperkuat barisan kabinet pemerintahan nasional.
Menurutnya, jaminan eksistensi partai ke depan sangat bergantung pada ketulusan kerja para legislator di lapangan, terutama dalam mengadvokasi kelompok masyarakat yang lemah secara ekonomi maupun hukum.
“Mari kita jadikan momentum 25 tahun ini sebagai kesempatan untuk memperkuat kapasitas, memperluas pengabdian, dan menghadirkan semakin banyak karya nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya mengakhiri taklimatnya.
Sebagai informasi, forum kedinasan Bimteknas Gelombang II ini dikawal ketat oleh jajaran elite DPP, di antaranya Sekretaris Jenderal Partai Demokrat E. Herman Khaeron yang membuka acara secara resmi, Kepala Badiklat Rizki Aulia Rahman Natakusumah, Ketua Steering Committee Renanda Bachtar, Anggota DPR RI Sartono Hutomo, serta Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.














