Pati, PR Politik – Penguatan pelayanan publik hingga menembus tingkat akar rumput dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun kedekatan emosional sekaligus menjawab kebutuhan mendasar warga secara instan. Berangkat dari pendekatan taktis tersebut, DPD Partai Perindo Kabupaten Pati menggelar aksi pemeriksaan kesehatan gratis yang dikombinasikan dengan sosialisasi masif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di sela-sela kepadatan aktivitas car free day (CFD), Minggu (5/7).
Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Pati, Nunuk Setyowati, menilai bahwa urusan kesehatan tidak cukup jika hanya bersandar pada fasilitas medis konvensional yang pasif. Sebaliknya, partai politik dituntut proaktif mendekatkan pelayanan ke pusat-pusat keramaian massal yang mudah dijangkau oleh semua kalangan.
“Melalui pemeriksaan kesehatan gratis ini, kami ingin mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga Pati yang memperoleh akses layanan kesehatan secara mudah dan tanpa biaya,” katanya saat ditemui awak media usai acara.
Aksi medis ini difungsikan sebagai instrumen preventif guna mengerek kesadaran warga dalam memantau kondisi fisik secara berkala. Melalui deteksi dini ini, masyarakat diharapkan dapat memotong risiko serangan penyakit kronis sebelum terlambat.
Manfaat langsung dari gerakan ini dirasakan oleh Ervana Zulianto, seorang warga asal Desa Mintorahayu, Kecamatan Winong, yang sengaja datang ke posko layanan di CFD.
“Menurut saya kegiatan ini sangat membantu karena masyarakat bisa memeriksa kesehatan tanpa dipungut biaya. Saya berharap pelayanan seperti ini lebih sering dilaksanakan agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Komitmen pengabdian jajaran pengurus Perindo Pati tidak berhenti di sektor medis. Momentum CFD tersebut turut dimanfaatkan untuk mempromosikan eksistensi LBH Perindo. Hal ini bertujuan memberikan edukasi agar masyarakat memahami hak konstitusional mereka dalam memperoleh pendampingan hukum secara cuma-cuma dari negara.
Tim Advokat LBH Perindo Pati, Lailatul Nur Hasanah, yang saat itu didampingi oleh Drajat Ari Wibowo, memaparkan bahwa hingga kini masih jamak dijumpai warga miskin yang takut berhadapan dengan hukum akibat terbentur kendala biaya operasional pengacara.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin memperluas pemahaman masyarakat bahwa pendampingan hukum tidak hanya untuk mereka yang mampu. LBH Perindo hadir agar masyarakat memperoleh akses bantuan hukum yang mudah, adil, dan dapat dimanfaatkan ketika menghadapi persoalan hukum,” tegasnya.
Gerakan literasi hukum ini langsung menuai apresiasi dari para peserta. Mauliya Habiba, warga Desa Tambaharjo, menggarisbawahi bahwa informasi mengenai keberadaan pembela hukum gratis harus terus disebarluaskan ke pelosok desa.
“Saya berharap sosialisasi layanan LBH Perindo lebih sering diadakan karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya bantuan hukum gratis. Layanan seperti ini sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat kecil yang membutuhkan pendampingan hukum,” tuturnya.
Melalui aksi ganda ini, DPD Partai Perindo Kabupaten Pati berkomitmen untuk mengawal program kesehatan dan advokasi hukum ini secara berkesinambungan. Intervensi sosial ini diyakini mampu meningkatkan indeks kualitas hidup, mempertebal literasi hukum, serta memperkuat jaminan kepastian hukum bagi masyarakat kecil di Kabupaten Pati.
sumber : Perindo














