Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IV DPR RI, Endang S. Tohari, menyampaikan rasa bangganya atas capaian produksi beras nasional yang mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya memperkuat sektor pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.
Endang menegaskan, dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB di New York, Presiden Prabowo menampilkan fakta bahwa hingga akhir 2025 Indonesia diperkirakan akan mengalami surplus beras mencapai 3,5 juta ton. Capaian ini, kata Endang, merupakan hasil nyata dari kebijakan pemerintah yang konsisten berpihak kepada petani dan masyarakat luas.
“Sebagai anggota DPR sekaligus kader Partai Gerindra saya bangga terhadap capaian Bapak Presiden yang terus memperkuat pangan sebagai kekuatan bangsa. Alhamdulillah tahun ini kita swasembada beras dan ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” ujar Endang, Rabu (24/9/2025).
Ia menambahkan, sejak lama Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada sektor pangan dengan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas pemerintah lima tahun mendatang. “Saya sebagai kader dan juga anggota Komisi IV semakin bersemangat melakukan pendampingan terhadap petani agar mampu menjadikan Indonesia sebagai macan Asia,” lanjutnya.
Selain soal pangan, Endang juga mengapresiasi konsistensi Presiden Prabowo dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ia menilai komitmen Presiden yang menyatakan kesediaan mengirim bantuan beras ke Palestina adalah bukti nyata kepedulian Indonesia terhadap bangsa lain.
“Bahkan saya memperhatikan pidato Bapak Presiden yang mengatakan akan mengirim beras untuk Palestina. Sungguh ini kebanggaan yang luar biasa,” tuturnya.
Terkait hal ini, Endang mengaku tengah fokus melakukan pendampingan sekaligus mendorong pemerintah agar terus memperkuat dukungan terhadap petani, khususnya di Jawa Barat seperti Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur yang menjadi daerah sentra pangan nasional.
“Kami juga di Komisi IV di bawah pimpinan Ibu Titiek (Titiek Soeharto) terus turun ke lapangan mengawal kesiapan Indonesia dalam meningkatkan produksinya,” pungkasnya.
Sumber: fraksigerindra.id















