Balikpapan, PR Politik – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Sarifah Suraidah, menyampaikan dukungannya terhadap visi dan misi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia menilai, Kalimantan Timur merupakan salah satu wilayah potensial untuk pengembangan program tersebut, yang telah dicanangkan sejak masa Pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Pernyataan tersebut disampaikan Sarifah dalam sesi pendalaman agenda Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI bersama PT Pupuk Indonesia dan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Rabu (25/6/2025). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti masih adanya persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang dikeluhkan petani di sejumlah desa.
“Saya mendengar persoalan masih adanya kelangkaan pupuk bersubsidi di daerah-daerah sumber penghasil pangan. Hal ini bisa menimbulkan multiple effect, mulai dari hasil panen yang anjlok dan mengakibatkan harga kebutuhan pokok jadi tinggi. Dampaknya bisa mengancam ketahanan pangan nasional dan mengganggu pertumbuhan ekonomi daerah. Ini mohon menjadi perhatian. Kasihan petani kita di pelosok-pelosok desa selalu kesulitan mendapatkan pasokan pupuk bersubsidi,” kata Sarifah.
Ia menekankan pentingnya pengawasan distribusi agar pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke tangan petani yang membutuhkan. Sarifah mengingatkan agar tidak membuka ruang bagi praktik mafia pupuk di desa-desa yang kerap menyebabkan harga pupuk melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Prinsipnya, pupuk bersubsidi harus tepat sasaran, tepat guna dan tepat waktu,” ujarnya tegas.
Sarifah juga menyatakan dukungan terhadap gagasan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih oleh Presiden Prabowo. Menurutnya, jika koperasi ini telah terbentuk di desa-desa dan dilibatkan dalam penyaluran pupuk bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), maka itu akan menjadi langkah konkret kehadiran negara dalam memperbaiki distribusi dan memangkas peran tengkulak.
“Saya sangat setuju, Koperasi Desa Merah Putih yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto jika sudah terbentuk di desa-desa akan dilibatkan langsung dalam proses penyaluran pupuk bersubsidi bersama Gapoktan. Ini langkah konkret negara hadir untuk bisa memotong jalur distribusi pupuk dan menghilangkan praktek tengkulak hasil pertanian dengan tujuan mulia memakmurkan petani. Kita akan kawal bersama-sama,” lanjutnya.
Dengan komitmen penuh, Sarifah menegaskan bahwa DPR RI akan terus mengawal program swasembada pangan dan memastikan petani mendapatkan dukungan penuh dari negara melalui kebijakan yang berpihak dan distribusi yang adil.
Sumber: kabargolkar.com















