Wamenperin Dorong Generasi Muda Lestarikan Batik Lewat Lima Kemampuan Kunci

Jakarta, PR Politik – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza, mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam melestarikan batik, sebuah warisan budaya yang memiliki nilai seni tinggi dan menjadi penggerak ekonomi kreatif nasional. Menurutnya, dengan lebih dari 53,8% penduduk Indonesia merupakan generasi milenial dan Gen-Z, potensi mereka sangat besar untuk memastikan batik tetap relevan lintas generasi.

Berbicara dalam kuliah umum bertajuk “Membatik Pikiran, Mewarnai Karakter, Menjahit Cita-Cita” sebagai bagian dari Industrial Festival feat. Gelar Batik Nusantara 2025, Wamenperin Faisol Riza menyampaikan bahwa para pembatik di masa lalu juga adalah anak-anak muda yang menciptakan motif-motif dari pengalaman dan inspirasi budaya. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran generasi muda saat ini untuk melanjutkan warisan tersebut.

Lima Kemampuan Kunci Menghadapi Tantangan Zaman

Dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompleks dan dinamis, Wamenperin Faisol Riza menekankan lima kemampuan utama yang harus dimiliki generasi muda.

Pertama, kesiapan intelektual. Hal ini mencakup kesiapan untuk menghadapi tantangan di dunia nyata serta memahami sejarah dan filosofi batik sebagai bagian dari identitas nasional, di tengah tantangan globalisasi terhadap budaya lokal. Kedua, keterampilan digital dan kreatif. Wamenperin mendorong generasi muda untuk meningkatkan kemampuan seperti desain grafis, animasi, dan memanfaatkan media sosial sebagai content creator untuk mempromosikan batik.

Ketiga, pengalaman kewirausahaan. Dengan mengelola potensi kewirausahaan, generasi muda dapat membangun merek lokal berbasis batik dengan pendekatan modern seperti streetwear dan sustainable fashion, yang berpotensi tumbuh menjadi industri besar. Keempat, kepekaan sosial dan lingkungan. Wamenperin melihat isu-isu yang menjadi perhatian anak muda, seperti energi terbarukan dan pengelolaan sampah, sebagai potensi untuk mencapai cita-cita di masa depan.Kelima, sikap bangga dan aktif. Generasi muda harus memiliki ambisi sebagai penunjuk arah dan membuat rencana yang jelas agar semangat mereka terukur dan terarah.

Baca Juga:  Indonesia Siap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza, Menlu Sugiono Temui Perwakilan Palestina

Komitmen Pemerintah dan Festival Batik Modern

Faisol Riza juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung perajin batik melalui berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Perindustrian, Kementerian UMKM, Dekranasda, dan BUMN. Ia berjanji akan terus memberikan dukungan untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian batik.

Industrial Festival feat. Gelar Batik Nusantara 2025 sendiri berlangsung dari 30 Juli hingga 3 Agustus. Festival ini mengusung slogan #BATIKRIZZ, yang menegaskan batik sebagai bagian dari industri kreatif masa kini yang menjunjung tinggi inovasi, digitalisasi, dan keberlanjutan. Acara ini juga dimeriahkan dengan kompetisi konten kreatif dan sayembara desain maskot yang terbuka untuk publik.

 

sumber : Kemenperin RI