Wamenlu Arrmanatha dan UNCTAD Luncurkan Laporan eTrade Readiness, Dorong Ekosistem Digital Inklusif

Jenewa, PR Politik – Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir bertemu dengan Sekretaris Jenderal UN Trade and Development (UNCTAD), Rebeca Grynspan, di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri UNCTAD ke-16, di Jenewa, Swiss, (21/10). Keduanya meluncurkan laporan eTrade Readiness Assessment Indonesia, hasil kolaborasi Indonesia-UNCTAD untuk mengidentifikasi penguatan ekosistem ekonomi digital Indonesia. Inisiatif ini mencerminkan pemanfaatan kerja sama multilateral guna mendorong pembangunan sistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai salah satu panelis dalam Ministerial Roundtable on Digital Economy, Wamenlu Tata menekankan pentingnya membangun ekosistem ekonomi digital.

“Sebagai negara kepulauan, Indonesia menaruh perhatian besar akan pentingnya konektivitas sebagai peluang mendorong pembangunan. Bagi Indonesia, konektivitas bukan semata tentang menghubungkan pulau, melainkan menghubungkan masyarakat dengan pendidikan, pasar, dan masa depan yang lebih baik,” ujar Wamenlu Tata.

Wamenlu Tata memaparkan berbagai strategi percepatan transformasi digital nasional, termasuk melalui Palapa Ring Project, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Selain infrastruktur, ia menyoroti pentingnya pemberdayaan UMKM, tata kelola digital, serta investasi pada kecerdasan buatan (AI), pusat data hijau, dan ekosistem fintech yang inklusif.

Di sela rangkaian KTM UNCTAD Ke-16, Wamenlu Tata juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral. Dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal World Intellectual Property Organization (WIPO), Daren Tang, dibahas inisiatif Indonesia mengenai penguatan tata kelola royalti global di era digital, termasuk transparansi dan pengembangan global database untuk memperkuat lembaga manajemen kolektif (LMK) di Global South.

Sementara itu, Wamenlu Tata bertemu dengan perwakilan Brasil untuk membahas pentingnya reformasi sistem multilateral, termasuk WTO. Pertemuan dengan Permanent Secretary of State Finlandia, Jukka Salovaara, menghasilkan pujian Finlandia atas langkah besar Indonesia dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan gizi dan taraf pendidikan.

Baca Juga:  Kemenperin Tinjau Krisis Pasokan Gas di Industri Keramik, Minta Produsen Cabut Status Darurat

“Melalui forum UNCTAD, Indonesia akan terus memajukan diplomasi ekonomi yang berorientasi pada pembangunan inklusif, perdagangan yang adil, dan inovasi berkelanjutan,” pungkas Wamenlu Tata.

 

 

sumber : Kemlu RI

Bagikan:

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru