Banjarbaru, PR Politik – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menegaskan urgensi implementasi langkah mitigasi taktis guna meredam dampak buruk fenomena iklim ekstrem El Nino di Provinsi Kalimantan Selatan. Menurutnya, wilayah Kalsel memegang peranan yang sangat strategis sebagai salah satu pilar penyangga pangan nasional karena konsisten mencatat indeks ketahanan pangan tertinggi di Indonesia.
Merujuk pada draf proyeksi berkala dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Titiek menjelaskan bahwa Kalimantan Selatan berpotensi besar mengalami penurunan curah hujan di bawah normal selama musim kemarau tahun ini. Anomali cuaca tersebut dinilai bakal memantik lonjakan risiko kekeringan ekstrem, memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mengancam produktivitas di sektor pertanian dan peternakan hulu.
“Kondisi tersebut memerlukan langkah mitigasi yang cepat, terintegrasi dan berbasis data,” ujarnya di sela-sela memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (3/7).
Titiek memaparkan, dengan perolehan skor Indeks Ketahanan Pangan yang menyentuh angka 81,26, Kalimantan Selatan otomatis mematok posisi geopolitik yang krusial. Wilayah ini tidak hanya menjadi lumbung domestik, melainkan bertindak sebagai pemasok utama kebutuhan logistik pangan di koridor Kalimantan secara luas, termasuk menyokong Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Karena itu, dampak El Nino di Kalsel berpotensi mempengaruhi ketahanan pangan nasional apabila tidak diantisipasi secara optimal,” cetusnya memberikan peringatan dini.
Di samping sektor agraria, ia memberikan perhatian khusus terhadap imbas kemarau panjang pada ekosistem peternakan. Lonjakan suhu udara makro atau heat stress dikhawatirkan dapat mendegradasi kualitas reproduksi dan bobot ternak, sekaligus menaikkan kurva risiko penyebaran Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) maupun infeksi zoonosis.
Oleh sebab itu, kesiapsiagaan operasional dari jaringan balai veteriner serta pengetatan arus lalu lintas hewan ternak lintas batas menjadi benteng pertahanan yang krusial sepanjang El Nino berlangsung.
Melalui kunjungan spesifik ini, Komisi IV DPR RI berhasil menghimpun draf gambaran komprehensif mengenai kesiapan lini pertahanan pangan di Kalsel. Evaluasi ini mencakup efektivitas sistem peringatan dini, ketersediaan saprodi, pengamanan stok gudang, hingga instrumen stabilisasi harga pasar.
“Komisi IV DPR RI juga ingin memastikan berbagai program dan anggaran yang telah dialokasikan mampu menjawab kebutuhan di lapangan sehingga petani dan peternak tetap dapat berproduksi, pasokan pangan tetap terjaga, serta stabilitas harga pangan dapat dipertahankan di tengah tantangan perubahan iklim,” pungkasnya.
sumber : Fraksi Gerindra















