Kupang, PR Politik – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menetapkan empat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar di sejumlah kabupaten. Langkah organisasi ini diambil sebagai bagian dari strategi penguatan struktur dan mesin partai di tingkat wilayah.
Surat Keputusan (SK) penunjukan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Alain Niti Susanto, dengan didampingi Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT, Welhelmintje S. Libby Sinlaeloe, di Kantor DPD I Partai Golkar NTT, Sabtu (4/7).
“Tugas utama para Plt adalah melakukan konsolidasi organisasi di semua jenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan,” tegasnya saat memberikan arahan struktural kepada para pemegang mandat.
Berdasarkan draf keputusan yang dirilis, empat kader senior yang menerima mandat khusus tersebut adalah Laurensius Leba Tukan (Plt Ketua DPD II Flores Timur), Jerry Manafe (Plt Ketua DPD II Kabupaten Kupang), Vinsenius Bureni (Plt Ketua DPD II Timor Tengah Selatan/TTS), serta Maria Yashinta Dewi Maku Djawa (Plt Ketua DPD II Timor Tengah Utara/TTU).
Selain memacu konsolidasi internal, keempat Plt tersebut dibebani tugas krusial untuk mempersiapkan sekaligus menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di empat wilayah tersebut pada sisa tahun anggaran 2026 ini.
Sesuai aturan main organisasi yang tertuang dalam SK penetapan, masa jabatan para Plt ini dibatasi secara ketat, yakni berlaku selama satu bulan sejak tanggal penetapan atau otomatis berakhir hingga terpilihnya ketua definitif melalui mekanisme ketukan palu Musda di masing-masing daerah.
“Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya, akan dilakukan perbaikan seperlunya,” jelasnya menutup pembacaan draf keputusan.
Langkah taktis penunjukan empat Plt ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari manajemen krisis dan strategi DPD I Partai Golkar NTT untuk menjaga keberlangsungan roda organisasi di tingkat daerah agar tidak mengalami kekosongan kekuasaan (vacuum of power).
Melalui penyegaran struktur jangka pendek ini, Beringin NTT optimistis dapat mempertebal konsolidasi internal partai serta memastikan seluruh instrumen sayap partai tetap solid dan siap tempur dalam menghadapi berbagai dinamika serta agenda politik strategis yang akan datang di wilayah berbasis kepulauan tersebut.
sumber : Partai Golkar















