Kupang, PR Politik – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya kepemimpinan berbasis data dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien, transparan, dan partisipatif. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Launching Portal Satu Data Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Kupang, Selasa (14/10).
Menurut Bima, perbedaan mendasar antara pemimpin modern dan konvensional terletak pada cara mereka mengambil keputusan. “Pemimpin modern selalu mengambil keputusan berdasarkan data. Pemimpin konvensional banyak yang menjadi pertimbangan kecuali data,” ujar Bima.
Ia menjelaskan, pemerintahan modern harus menjadikan data sebagai landasan dalam setiap kebijakan. Dengan berbasis data, kata Bima, tata kelola pemerintahan dapat berjalan lebih cepat, cerdas, dan efisien. “Pemerintahan akan jauh lebih efisien ketika semua keputusan berdasarkan data. Faster, smarter, cheaper, easier, better,” ucapnya.
Bima menambahkan, penggunaan data yang akurat juga memastikan pengelolaan anggaran publik berjalan tepat sasaran. “Uang rakyat harus kembali ke rakyat, jangan sampai mampir ke kantong pejabat. Uang rakyat harus memberikan manfaat, itu kan yang kita pegang sama-sama. Bagaimana setiap rupiah itu bisa memberikan manfaat untuk rakyat, ya itu karena data,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bima menilai Portal Satu Data NTT menjadi langkah penting menuju pemerintahan yang transparan dan partisipatif, memungkinkan publik mengakses berbagai informasi dan terlibat dalam pembangunan.
“Data membuat pemerintahan ini lebih partisipatif. Pemerintahan yang terbuka, pemerintahan yang inklusif, no one left behind,” ujar Bima.
Ia juga menekankan bahwa integrasi data berperan besar dalam meningkatkan efektivitas kebijakan publik serta memperkuat demokrasi. Bima memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT atas peluncuran portal tersebut.
“Ini kolaborasi yang luar biasa, pilot yang luar biasa. Bisa jadi model di daerah-daerah yang lain dan dampaknya harus dirasakan oleh warga di NTT,” tandasnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Julia Nomleni, dan perwakilan dari Bappenas serta DFAT Australia.
sumber : Kemendagri RI















