Palembang, PR Politik – Anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha, menyoroti pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap sektor pertambangan, terutama bagi perusahaan besar seperti PT Bukit Asam (PTBA). Menurutnya, meskipun banyak perusahaan tambang yang fokus pada produksi, banyak di antaranya yang mengabaikan aspek pengelolaan lingkungan hidup yang seharusnya menjadi perhatian utama.
“Banyak perusahaan besar yang fokus pada core business mereka, sehingga masalah lingkungan sedikit terabaikan. Untuk itu, perlu ada pendampingan agar mereka tetap taat pada aturan lingkungan tanpa mengabaikan bisnis inti mereka,” ujar Syarif Fasha saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII ke Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (8/5/2025).
Syarif menegaskan bahwa pendampingan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa perusahaan-perusahaan tambang menjalankan operasional mereka sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku. Pendampingan tersebut, lanjutnya, bisa berupa pengawasan berkala, evaluasi laporan lingkungan, serta asistensi teknis dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
“Kita tidak ingin laporan lingkungan hanya menjadi formalitas. Saat ini, banyak laporan yang tebal namun implementasinya minim. Ini yang harus kita hindari agar kepatuhan lingkungan bukan hanya di atas kertas, tetapi juga di lapangan,” tegas legislator dari Partai NasDem ini.
Dalam kunjungannya, Syarif juga mencatat beberapa titik kritis terkait pengelolaan lingkungan, salah satunya adalah tumpahan air limbah di area transportasi yang berpotensi mencemari lingkungan sekitar. “Di area pengangkutan, kami melihat ada air limbah yang belum sepenuhnya dikelola dengan baik. Ini harus segera diatasi agar tidak berdampak negatif pada masyarakat sekitar,” katanya.
Dia juga menekankan pentingnya audit lingkungan yang menyeluruh agar perusahaan tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan kelestarian ekosistem di sekitar area tambang.
“Kami berharap KLH dapat meningkatkan pengawasan dan pendampingan agar perusahaan-perusahaan seperti PTBA lebih optimal dalam pengelolaan lingkungan. Dengan begitu, mereka tetap dapat beroperasi secara berkelanjutan tanpa mengabaikan aspek lingkungan,” pungkas Fasha.
Sumber: fraksinasdem.org















