Jakarta, PR Politik – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mencatat lonjakan signifikan pada stok beras nasional yang menjadi fondasi utama keberlanjutan swasembada pangan. Dengan surplus yang terus diperkuat, Indonesia kini bersiap melakukan ekspansi pasar dengan memasok kebutuhan beras ke sejumlah negara tetangga.
Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakor) Pertanian di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Selasa (24/2). Data menunjukkan pengadaan beras pada Januari meningkat hingga 78 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan total stok saat ini mencapai 3,5 juta ton.
“Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka,” ujar Mentan Amran dengan nada optimistis di hadapan jajaran Dinas Pertanian se-Indonesia.
Jika tren produksi tetap stabil hingga akhir tahun, pemerintah memproyeksikan potensi surplus beras nasional dapat menyentuh angka 9 juta ton. Capaian ini memungkinkan Indonesia untuk mulai menjajaki ekspor ke negara-negara seperti Filipina, Malaysia, Arab Saudi, dan Papua Nugini.
“Kalau tiga bulan ke depan tidak ada aral melintang, kita siap ekspor. Bahkan kita dorong dari wilayah timur langsung ke Papua Nugini,” ungkapnya.
Mentan Amran menekankan bahwa ketahanan pangan nasional saat ini didukung oleh fondasi struktural yang kuat melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan (oplah). Tahun ini, target cetak sawah ditingkatkan menjadi 250 ribu hektare dari realisasi tahun lalu yang mencapai 200 ribu hektare.
“Ini yang membuat swasembada kita sustain. Minimal bertahan 5 sampai 7 tahun, bahkan bisa 10 tahun kalau berlanjut,” tegasnya.
Meski sembilan komoditas telah berhasil swasembada, pemerintah masih memberikan perhatian serius pada komoditas kedelai dan bawang putih. Selain itu, swasembada gula konsumsi ditargetkan tercapai sepenuhnya pada tahun ini, disusul gula industri dalam tiga hingga empat tahun mendatang.
“Kedelai dan bawang putih ini fokus kita berikutnya. Kedelai memang agak berat, bawang putih relatif lebih memungkinkan. Kita selesaikan satu per satu,” tegasnya
Menutup arahannya, Mentan Amran memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Kepala Dinas Pertanian di daerah yang ia sebut sebagai “pahlawan pangan”. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk mempercepat realisasi program dan memperketat pengawasan di lapangan.
“Bapak Ibu adalah putra-putri terbaik bangsa yang mencetak swasembada pangan. Sekarang tugas kita mempertahankan dan meningkatkan,” pungkasnya.
sumber : Kementan RI















