Jakarta, PR Politik – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf (AMY), menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus dijadikan momentum krusial untuk mengikis dan mengatasi berbagai permasalahan moral yang merebak di tengah masyarakat.
Ia secara khusus menyoroti insiden terkini yang dinilai mencederai nilai keagamaan, yakni fenomena pelecehan agama berupa pemanfaatan hafalan Al-Qur’an untuk promosi minuman keras (miras) oleh oknum tertentu dalam sebuah perhelatan festival musik di Jakarta.
“PKS meminta pihak yang terlibat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi alarm keras sekaligus momentum tepat bagi DPR RI dan pemerintah untuk segera merampungkan payung hukum penanganan miras yang komprehensif.
“Inilah momentum tepat agar DPR dan pemerintah segera menuntaskan pembahasan dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Larangan Minuman Beralkohol,” lanjutnya.
Selain maraknya peredaran miras dan penistaan agama, ia menggarisbawahi deretan ancaman moral lain yang kian membahayakan ketahanan nasional, seperti praktik korupsi, judi online, pinjaman online (pinjol) ilegal, penyalahgunaan narkotika, hingga maraknya propaganda LGBTQ.
Guna menangkal berbagai penyakit sosial tersebut, PKS mendorong strategi penanganan di tingkat hulu melalui pembenahan institusi keluarga sebagai benteng pertahanan utama bangsa.
“Oleh karena itu, PKS ingin menyerukan agar seluruh elemen bangsa kembali pada keluarga sebagai benteng pertama dan utama ketahanan bangsa. Ketika keluarga kuat, masyarakat mempunyai fondasi yang kuat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa PKS akan konsisten mengawal dan kembali memperjuangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga di parlemen sebagai fondasi hukum dalam membentengi serta memperkuat ketahanan keluarga Indonesia dari ancaman pergeseran nilai.
“Pada periode DPR RI 2019-2024, PKS telah memperjuangkan RUU Ketahanan Keluarga di parlemen, namun belum berhasil. Insya Allah kita akan perjuangkan lagi,” tutupnya.
sumber : PKS















