Malang, PR Politik – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam perhelatan akbar Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang memadati Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2). Kehadiran jajaran Kabinet Merah Putih ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional melalui harmoni sosial dan spiritual.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada NU yang selama satu abad konsisten menjadi teladan dalam menjaga persatuan bangsa. Ia menekankan bahwa stabilitas dan kemajuan Indonesia sangat bergantung pada kekompakan para pemimpinnya di berbagai sektor.
“Tidak mungkin ada perdamaian kalau pemimpin-pemimpinnya tidak bersatu, tidak rukun, tidak kompak. Para pemimpin di setiap eselon, pemimpin politik, ekonomi, dan intelektual, semuanya harus berpikir, berjuang, mengabdi untuk kepentingan rakyat Indonesia,” tegasnya.
Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali meresapi nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh para kiai dan leluhur. Salah satu filosofi yang disoroti adalah mikul dhuwur mendem jero, sebuah prinsip untuk senantiasa menjunjung tinggi kebaikan dan mengubur dalam-dalam segala keburukan demi keharmonisan hidup bermasyarakat.
Prinsip ini dinilai sangat relevan sebagai benteng pertahanan bangsa di tengah dinamika perbedaan pandangan politik maupun pilihan sosial yang ada di masyarakat saat ini.
Kehadiran Menhan Sjafrie Sjamsoeddin beserta sejumlah Menteri dan Wakil Menteri dalam acara ini menunjukkan bahwa pemerintah memandang kekuatan spiritualitas sebagai bagian integral dari pertahanan negara. Sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan seperti NU diharapkan dapat memperkokoh persatuan nasional dari tingkat akar rumput hingga pembuat kebijakan.
Kegiatan Mujahadah Kubro ini menjadi momentum refleksi satu abad perjalanan NU sekaligus ruang doa bersama demi keberlanjutan agenda pembangunan nasional yang inklusif dan bermartabat.
sumber : Kemhan RI















