Sasar Pasar Eropa, Indonesia-Jerman Sepakati Work Plan Infrastruktur Mutu Industri 2026-2027

Jakarta, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) resmi memperkuat kolaborasi bilateral dengan Jerman. Langkah strategis ini diwujudkan lewat gelaran 3rd High-Level Indonesian-German Annual Meeting on Quality Infrastructure di Jakarta, Kamis (7/5). Pertemuan ini berfokus pada penguatan infrastruktur mutu demi mendongkrak daya saing produk manufaktur nasional di pasar global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan sistem infrastruktur mutu—yang mencakup standardisasi, akreditasi, dan metrologi—adalah pilar utama agar produk lokal mampu menembus regulasi ketat di luar negeri.

“Kerja sama Indonesia dan Jerman di bidang Quality Infrastructure diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri nasional agar semakin kompetitif, adaptif terhadap perkembangan regulasi global, serta mampu memperluas akses pasar ekspor, khususnya ke kawasan Eropa,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5).

Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri langsung oleh Kepala BSKJI Kemenperin, Emmy Suryandari, serta delegasi Jerman yang dipimpin oleh Ole Janssen dari Federal Ministry for Economic Affairs and Energy (BMWE). Salah satu capaian konkret dalam forum ini adalah penandatanganan Work Plan (rencana kerja) kerja sama Indonesia–Jerman untuk periode 2026–2027.

Forum internasional tersebut membedah tiga klaster isu krusial untuk industri masa depan:

  • Harmonisasi Regulasi I-EU CEPA: Menyelaraskan sistem penilaian kesesuaian standar agar produk Indonesia lebih mudah masuk ke Uni Eropa tanpa hambatan teknis yang berbelit.

  • Keselamatan dan Kepercayaan Pasar: Meningkatkan keterlibatan lembaga sertifikasi dan penilaian mutu domestik agar diakui secara internasional.

  • Digitalisasi Industri & Digital Product Passport (DPP): Menyiapkan peta jalan industri Indonesia agar adaptif terhadap regulasi DPP yang mulai diwajibkan oleh Uni Eropa untuk melacak rekam jejak ekologis produk.

Baca Juga:  Prabowo Instruksikan Perluasan Beasiswa dan Fokus STEM, Targetkan 80 Persen Alokasi LPDP

Kepala BSKJI Emmy Suryandari menambahkan, penguatan infrastruktur mutu ini memiliki dimensi luas, tidak hanya untuk menggenjot ekspor melainkan juga sebagai proteksi bagi konsumen di dalam negeri. Sinergi dengan Jerman dinilai sebagai langkah tepat mengingat posisi negara tersebut sebagai salah satu kiblat industri teknologi dunia.

Di akhir acara, Emmy menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Jerman, BMWE, lembaga pembangunan GIZ, serta mitra strategis lainnya yang berkomitmen mengawal modernisasi ekosistem industri Indonesia. Melalui integrasi infrastruktur mutu yang digital dan adaptif, produk-produk buatan Indonesia optimistis dapat bersaing setara di panggung internasional.

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini