Puncak Harlah Ke-28, PKB Anugerahkan Penghargaan untuk Lima Ulama Pejuang Kebangsaan dan Dakwah Moderat

Jakarta, PR Politik – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberikan penghargaan kehormatan kepada lima tokoh kiai kharismatik yang dinilai berjasa besar dalam mengembangkan syiar Islam sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan, Pancasila, dan cinta Tanah Air.

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Plt. Ketua Dewan Syuro DPP PKB, KH. Manarul Hidayah, bersama Sekretaris Jenderal DPP PKB, M. Hasanuddin Wahid, dalam puncak malam resepsi Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB yang berlangsung meriah di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis malam (23/7).

Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan bahwa kelima ulama penerima anugerah tersebut merupakan sosok pendidik bangsa yang sepanjang hayatnya mendedikasikan diri untuk pengembangan pesantren, penguatan dakwah, serta perajut persatuan nasional.

Ia menyebut penghargaan ini sebagai bentuk penganugerahan dan penghormatan tertinggi PKB atas konsistensi para kiai yang memadukan ajaran agama dengan semangat nasionalisme.

“Penghargaan PKB ini kami persembahkan kepada para kiai yang berdakwah menanamkan nilai-nilai keislaman dalam satu tarikan napas yang menyatu dengan nasionalisme, Pancasila, dan cinta Tanah Air, menggunakan bahasa rakyat yang mudah dipahami oleh umat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa rekam jejak para kiai tersebut menjadi bukti otentik bahwa mencintai Indonesia adalah bagian yang tak terpisahkan dari pengamalan ajaran Islam.

“Sepanjang hidup beliau-beliau mendedikasikan diri untuk mendidik umat dan rakyat bahwa mencintai Indonesia sama pentingnya dengan mencintai agamanya. Menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sama mulianya dengan melaksanakan rukun Islam,” lanjut sosok yang akrab disapa Kang Cucun tersebut.

Berikut adalah lima ulama legendaris yang menerima penghargaan khusus dari PKB atas jasa dan pengabdiannya:

Tokoh Ulama Penerima Anugerah Perwakilan Keluarga Kiprah Strategis & Warisan Perjuangan
• KH. Sahal Mahfudh Gus Abdul Ghoffar Rozin (Putra) Pengasuh PP Maslakul Huda Pati & Rais Aam PBNU (1999–2014); Konsisten mengintegrasikan dakwah fikih sosial dengan Pancasila.
• KH. Hasyim Muzadi Gus Yusron Hasyim Muzadi (Putra) Pengasuh PP Al Hikam & Ketum PBNU (2000–2010); Tokoh peradaban dunia dan pengusung nilai Islam moderat (tasamuh).
• KH. Imron Hamzah Istri Beliau Orator karismatik, Ketua PWNU Jawa Timur, serta Anggota MPR RI (1987–1997) dengan gaya dakwah yang tegas dan merakyat.
• KH. Ahmad Faqih KH. Mali Murtadlo, Lc. (Putra) Pengasuh PP Al-Musri Cianjur & Kiai Pejuang Kemerdekaan; Pernah ditahan tentara Jepang dan dibakar pesantrennya oleh Belanda.
• KH. Bukhori Masruri Gus Farham Fuad (Putra) Pengasuh/Budayawan, pencipta lagu “Perdamaian” (Grup Bimbo), serta Ketua PWNU Jawa Tengah (1985–1995).
Baca Juga:  Puji Visi Global Ponpes BIMA, Gus Muhaimin Tantang Lulusan Santri Pegang Kendali Indonesia di 2030

Melalui penyerahan anugerah ini, PKB menegaskan komitmen historisnya untuk terus menjaga dan merawat warisan pemikiran para ulama. Nilai-nilai yang ditinggalkan para kiai dinilai telah berhasil meletakkan fondasi yang kokoh dalam dinamika beragama, berbangsa, dan bernegara.

PKB berharap keteladanan dari kelima tokoh ulama tersebut dapat bertindak sebagai kompas moral dan sumber inspirasi bagi generasi muda dalam menjaga harmoni antara keislaman, kebangsaan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di masa depan.

sumber : PKB

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini