Jakarta, PR Politik – Pemerintah Indonesia terus mempertebal instrumen diplomasi dan memperkuat jejaring komunikasi dengan para pemimpin serta tokoh berpengaruh dunia melalui rangkaian pertemuan informal yang dikemas dalam suasana akrab penuh persahabatan. Langkah strategis ini kembali tercermin saat Presiden RI, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kehormatan dari Perdana Menteri Thailand periode 2001–2006, Thaksin Shinawatra, beserta keluarganya di kediaman pribadi Presiden di Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/7) malam.
“Setelah melepas keberangkatan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Bandara Yogyakarta International Airport, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Thailand periode 2001-2006, Thaksin Shinawatra, beserta keluarga di kediaman pribadi Presiden di Kertanegara,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis resminya.
Pertemuan tingkat tinggi yang berjalan cair tersebut turut dihadiri oleh putri Thaksin, Paetongtarn Shinawatra, yang merupakan Perdana Menteri Thailand periode 2024–2025. Momen tatap muka ini sekaligus dimanfaatkan sebagai ruang bernostalgia guna mempererat hubungan persahabatan yang telah mengakar lama di antara kedua tokoh besar tersebut.
“Dalam suasana santai, Bapak Presiden dan Thaksin juga bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan strategis global serta dinamika kawasan,” ungkapnya menguraikan isi pembicaraan.
Selain mengantongi rekam jejak panjang sebagai kepala pemerintahan Thailand selama dua periode (2001–2006), Thaksin Shinawatra saat ini juga memiliki kedekatan profesional dengan Jakarta melalui perannya sebagai salah satu anggota Dewan Penasihat Danantara. Kehadirannya di Kertanegara merefleksikan kedalaman hubungan bilateral yang terus terjalin erat di berbagai sektor strategis.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus membuka saluran komunikasi aktif dengan para pemimpin dunia sebagai bagian dari arsitektur kebijakan luar negeri yang adaptif di tengah konfrontasi dan dinamika global yang terus berkembang.
Ia menambahkan, perluasan jejaring persahabatan internasional ini diproyeksikan mampu mendongkrak daya tawar (bargaining power) serta memperkokoh posisi geopolitik Indonesia di panggung internasional.
“Melalui pertemuan-pertemuan seperti ini, Pemerintah Indonesia terus memperkuat jejaring persahabatan dan komunikasi dengan para pemimpin serta tokoh dunia sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama dan memperkokoh posisi Indonesia di tengah dinamika global,” pungkasnya menutup taklimat medianya.
sumber : Kemensetneg RI














