PKS Desak Pemerintah Beli Gula Petani, Soroti Tumpukan Stok dan Isu Impor

Jakarta, PR Politik – Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan, Riyono, mendesak pemerintah untuk segera membeli gula petani yang menumpuk di gudang. Hingga saat ini, ratusan ton gula masih belum terserap oleh pedagang, dan ada tawaran harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp14.350, yang merugikan petani.

Menurut Riyono, gula petani harus menjadi prioritas pemerintah. “Gula petani harus prioritas yang dibeli, gula impor jangan masuk lagi karena akan merugikan petani dan pedagang gula dalam negeri,” paparnya.

Saat ini, di bawah anak perusahaan ID Food, yaitu RNI dan SGN, terdapat sekitar 104 ribu ton gula petani senilai hampir Rp1,5 triliun yang seharusnya dibeli oleh negara untuk menjaga stabilitas pasar. Riyono juga menyoroti peredaran gula rafinasi berlabel yang dijual dengan harga mahal di pasar bebas, yang dinilai merugikan petani dan konsumen.

“Saat ini ada merk gula rafinasi yang di beri vitamin dijual di pasar bebas dengan harga Rp17.500. Terlalu mahal jika dilihat biaya produksi dimana bahannya ada rafinasi dari impor yang belinya harga Rp10.000 sampai Indonesia,” tambahnya.

Ia menegaskan, BUMN harus bertindak cepat untuk membeli gula petani sesuai HET. “BUMN harus bergerak cepat, beli gula petani dengan HET, jaminan gula ada di gudang pabrik. Mekanisme anggaran yang berasal dari Danantara harus dipercepat, jika dalam pekan ini atau pekan depan belum juga cair maka petani akan sangat kasihan,” pungkas Riyono Caping.

 

sumber : PKS.id

Baca Juga:  PSI Siap Adakan Kongres Di Solo, Agenda Besar Semakin Dimatangkan