Islamabad, PR Politik – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin mengawali rangkaian diplomasi pertahanan tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, pada Senin (12/1). Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam kemitraan strategis dan memperkuat interoperabilitas militer antara kedua negara yang telah terjalin sejak lama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan kehormatan (courtesy call) bersama Menteri Produksi Pertahanan Pakistan, H.E. Muhammad Raza Hayat Harraj. Dalam diskusi tersebut, kedua menteri fokus pada penguatan implementasi Agreement on Cooperation Activities in the Field of Defence tahun 2010.
Poin utama yang dibahas meliputi peningkatan dialog strategis, pelatihan militer, serta penguatan mekanisme bilateral melalui forum Joint Defence Cooperation Committee (JDCC). Menhan Sjafrie menegaskan bahwa komunikasi berkelanjutan dan saling percaya merupakan fondasi utama dalam memperkuat kerja sama pertahanan antara kedua negara.
Setelah dari Kementerian Produksi Pertahanan, Menhan RI melanjutkan agenda dengan menemui Field Marshal Syed Asim Munir, Chief of Defence Forces (CDF) Pakistan. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi hubungan antar angkatan bersenjata kedua negara, khususnya dalam merespons dinamika keamanan kawasan.
Menhan RI menyampaikan apresiasi atas hubungan yang telah terbangun baik antara TNI dan Angkatan Bersenjata Pakistan. Kedua pihak sepakat bahwa sinergi ini memiliki peran vital dalam mendukung stabilitas internasional.
Diplomasi pertahanan ini juga menyentuh aspek matra udara melalui pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan, Zaheer Ahmad Babar Sidhu, di Air Headquarters. Diskusi difokuskan pada pertukaran pengalaman profesional serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pendidikan bersama.
Menhan RI menekankan bahwa kerja sama antar Angkatan Udara merupakan bagian integral dari diplomasi pertahanan Indonesia, yang diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan profesionalisme prajurit.
Rangkaian pertemuan ini mencerminkan peran aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia melalui kemitraan yang saling menguntungkan dan dialog yang konstruktif di kawasan Asia Selatan.
sumber : Kemhan RI















