Jakarta, PR Politik – Dewan Komando Pusat (DKP) Panji Bangsa memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-1 dengan menggelar agenda tasyakuran hibrida sekaligus berbagi kasih bersama lebih dari 200 anak yatim piatu. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihentak di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh Nomor 9, Jakarta Pusat, serta dihadiri langsung oleh jajaran elite Panji Bangsa serta sejumlah pengurus badan otonom Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), termasuk DPP Perempuan Bangsa dan DKN Garda Bangsa.
Ketua Umum DKP Panji Bangsa, Rivqy Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Rivqy, memaparkan bahwa peringatan momentum satu tahun berdirinya Panji Bangsa tidak boleh sekadar menjadi ruang refleksi perjalanan organisasi siber maupun fisik, melainkan wajib diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial yang nyata bagi masyarakat bawah.
“Harlah pertama Panji Bangsa ini kami sengaja rangkai dengan berbagi kasih kepada anak-anak yatim piatu. Apalagi momentum ini bertepatan dengan bulan Muharram yang dalam tradisi Islam dikenal sebagai bulan yang sangat istimewa untuk memuliakan dan menyayangi anak yatim,” ujarnya di sela-sela jalannya acara, Senin (22/6).
“Karena itu, kami ingin rasa syukur atas perjalanan satu tahun Panji Bangsa diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi sesama,” sambungnya menambahkan pakta integritas sosial organisasi.
Ia menilai bahwa kehadiran Panji Bangsa wajib menyuplai pasokan energi positif dan bertindak sebagai bagian dari pemecah masalah (problem solver) atas rentetan problematik sosial di tingkat tapak, bukan hanya terjebak dalam kegiatan seremonial birokrasi yang kaku.
“Semangat Panji Bangsa adalah semangat pengabdian. Kami ingin menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari soliditas kadernya, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu menghadirkan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang,” lanjut tokoh muda PKB tersebut.
Menurut analisisnya, momentum bulan Muharram bertindak sebagai alarm pengingat bagi segenap kader Panji Bangsa untuk memperkuat fondasi kemanusiaan dan merawat kepekaan empati horizontal dalam setiap sirkuit aktivitas pergerakan.
Agenda Harlah ke-1 ini terpantau bergulir dalam atmosfer yang hangat penuh kebersamaan. Alur kegiatan dikombinasikan antara tasyakuran potong tumpeng, doa bersama untuk keselamatan bangsa, serta penyerahan paket santunan finansial dan logistik kepada anak-anak yatim piatu yang hadir menyemut di aula utama.
“Usia satu tahun memang masih sangat muda. Namun kami ingin menjadikan usia yang muda ini sebagai energi untuk terus bergerak, mengabdi, dan menebar manfaat,” tuturnya.
Menutup orasinya, ia secara khusus meminta ketulusan doa dari ratusan anak yatim piatu yang memadati ruangan agar seluruh barisan kader Panji Bangsa dan partai induknya, PKB, senantiasa diberikan konsistensi dalam mengawal garis perjuangan membela kaum mustad’afin di daerah.
“Dan alhamdulillah saat ini banyak kader Panji Bangsa yang diamanahi menjadi pengurus PKB di sejumlah daerah. Mohon doanya adik-adik Yatim Piatu sekalian semoga komitmen perjuangan kami terus tumbuh dan menjadikan PKB semakin berkibar,” pungkasnya mengunci draf laporan sambutannya.
Menutup laporan editorial, migrasi masif kader-kader muda potensial Panji Bangsa ke dalam struktur kepengurusan PKB di berbagai yurisdiksi daerah diproyeksikan andal mengerek indeks kepercayaan publik (public trust). Penataan organisasi yang bersih dari ego sektoral ini dijamin menjadi peluru kendali utama PKB untuk menjaga performa politik yang sehat dan berkelanjutan di masa depan.
sumber : PKB















