Jakarta, PR Politik – Indonesia dan Cili sepakat untuk memperkuat kemitraan strategis dengan memperdalam kerja sama ekonomi, serta memantapkan kolaborasi yang lebih erat di berbagai forum internasional. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pertemuan Bilateral antara Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dan Menlu Cili Francisco Pérez Mackenna yang berlangsung di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memacu nilai kerja sama ekonomi guna menyokong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
”Optimalisasi pemanfaatan Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) oleh pelaku usaha menjadi kunci untuk menerjemahkan kemitraan ekonomi kedua negara yang lebih konkret,” tutur Menlu Sugiono. Optimalisasi perjanjian perdagangan bebas tersebut diharapkan mampu membuka serta memperluas peluang bisnis yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Bidik Hilirisasi Industri Mineral Kritis dan Sektor Strategis
Cili dinilai sebagai mitra yang sangat potensial bagi Indonesia, khususnya dalam pengembangan sektor mineral kritis. Sebagai sesama produsen utama komoditas mineral dunia, kedua negara mengantongi peluang besar untuk merajut kolaborasi dalam membangun industri hilirisasi berbasis nilai tambah, memperkuat rantai pasok global (global supply chain), serta menerapkan standar industri yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Selain komoditas mineral, kedua Menlu juga aktif menjajaki perluasan kerja sama di sektor riset dan ilmu pengetahuan, pertanian, hingga kesehatan guna memberikan dampak serta manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Kunjungan resmi Menlu Cili ke Jakarta ini menjadi momentum bersejarah dalam memperdalam hubungan diplomatik kedua negara yang telah genap berjalan selama 60 tahun. Langkah ini sekaligus mempertegas posisi serta solidaritas Global South dalam memperjuangkan tatanan dunia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
sumber : Kemlu RI















