Jakarta, PR Politik – Akselerasi penanganan pascabencana gempa bumi yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak pertengahan Agustus lalu terus mendulang dukungan solid melalui aksi gotong royong lintas sektor. Subsektor Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama puluhan korporasi pertambangan menerjunkan puluhan tim tanggap darurat guna mendampingi warga di titik-titik terdampak.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, memaparkan bahwa kolaborasi pemerintah bersama pelaku usaha pertambangan telah mendirikan serangkaian posko tanggap darurat di wilayah krisis pascagempa.
“Sebanyak 58 tim yang berasal dari 82 perusahaan telah kami kerahkan untuk memberikan dukungan di lapangan. Selain itu, Inspektur Tambang penempatan provinsi juga ditempatkan di beberapa titik untuk mendampingi serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait,” ujarnya di Jakarta, Rabu (2/9).
Titik-titik posko tanggap darurat disiagakan di beberapa wilayah terdampak utama, di antaranya Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, serta Kabupaten Nagekeo. Pada masing-masing posko, Kemen ESDM menyiagakan personel medis, regu penyelamat (rescue), hingga petugas logistik untuk menjamin distribusi bantuan berlangsung presisi dan cepat.
Melalui program terpadu “ESDM Siaga Bencana” yang telah diaktifkan secara intensif sejak 16 Agustus 2026, kementerian terus mengirimkan personel tambahan beserta bantuan kemanusiaan ke pelosok area bencana.
Di lokasi bencana, tim gabungan berfokus pada misi operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue), pengobatan gratis, serta jaminan ketersediaan kebutuhan pokok warga hingga memasuki fase pemulihan (recovery).
Ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh perusahaan pertambangan, baik yang beroperasi di sekitar NTT maupun yang didatangkan dari kawasan lain, atas kontribusi aktif mereka.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha sektor ESDM yang telah turun langsung membantu masyarakat terdampak bencana di NTT. Dukungan yang diberikan, baik melalui personel, layanan kesehatan, maupun bantuan logistik, sangat berarti dalam mempercepat penanganan di lapangan,” katanya.
“Kami berharap semangat sinergi dan kepedulian ini terus terjaga. Kehadiran dunia usaha di tengah masyarakat menunjukkan bahwa penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan gotong royong seluruh elemen bangsa,” tuturnya.
sumber : ESDM















