Pasokan Sandang Aman Jelang Lebaran, Kemenperin Pacu Sektor Padat Karya Penuhi Lonjakan Permintaan

Jakarta, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan kesiapan industri tekstil dan produk tekstil (TPT), pakaian jadi, serta alas kaki nasional dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 H. Momentum musiman ini menjadi stimulus utama bagi industri dalam negeri untuk mengoptimalkan produksi produk fesyen, perlengkapan ibadah, hingga kosmetik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa performa sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) yang stabil menjadi fondasi kuat untuk menjaga stabilitas stok dan harga di pasar.

“Kinerja sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) yang terus menunjukkan tren positif menjadi modal kuat bagi industri nasional dalam menjaga ketersediaan pasokan, kualitas produk, serta keterjangkauan harga di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/3).

Sepanjang tahun 2025, sektor IKFT mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,11% dengan kontribusi PDB nasional mencapai 3,87%. Sebagai sektor padat karya, industri ini memiliki peran krusial dalam kesejahteraan masyarakat dengan total serapan tenaga kerja mencapai 6,71 juta orang, di mana 3,7 juta di antaranya berada di subsektor tekstil dan pakaian jadi.

Kemenperin mencatat subsektor tekstil dan pakaian jadi tumbuh impresif sebesar 5,39%. Menperin menegaskan bahwa angka tersebut membuktikan peran strategis industri ini dalam menggerakkan ekonomi akar rumput.

“Pertumbuhan angka tersebut menunjukkan peran strategis sektor IKFT sebagai industri padat karya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Selain produk pakaian, industri kosmetik juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 4,3% dan nilai ekspor menembus USD 382,4 juta. Pemerintah terus memperkuat daya saing sektor-sektor ini melalui kebijakan substitusi impor, sertifikasi halal, dan penguatan inovasi produk agar mampu bersaing dengan brand internasional.

Baca Juga:  Selamatkan Kekayaan Negara Rp 6,6 triliun, Presiden Prabowo: "Saya Akan Mati untuk Rakyat Indonesia"

Menperin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum lebaran tahun ini dengan mengutamakan produk buatan anak bangsa sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan industri nasional.

“Momentum Ramadan harus juga kita manfaatkan untuk mendorong belanja produk dalam negeri. Dengan membeli produk lokal, masyarakat tidak hanya berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, melainkan turut menjaga keberlangsungan industri, serta meningkatkan kesejahteraan jutaan tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini,” tuturnya.

Lonjakan permintaan selama Ramadan secara otomatis meningkatkan utilisasi kapasitas pabrik, yang berdampak positif pada stabilitas lapangan kerja dan pendapatan buruh di sektor padat karya.

“Kondisi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan daya beli masyarakat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan,” pungkas Menperin. Dengan koordinasi lintas pemangku kepentingan, pemerintah optimis sektor TPT dan alas kaki tetap menjadi motor penggerak utama konsumsi domestik tahun ini.

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru