Jaga Ekosistem dan Ketahanan Pangan, KKP dan Pemkot Bogor Lepas 15 Ribu Benih Ikan Lokal ke Sungai Ciliwung

Bogor, PR Politik – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya menjaga populasi perikanan darat di habitatnya untuk kelestarian ekosistem dan ketahanan pangan. Baru-baru ini, sebanyak 15 ribu ekor benih ikan lokal dilepasliarkan (restocking) ke Sungai Ciliwung oleh KKP berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat.

Ikan yang ditebar merupakan ikan-ikan lokal, di antaranya ikan nilem (Osteochilus vittatus), ikan soro (Neolissochilus soro), ikan tawes (Barbonymus gonionotus), dan ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Benih tersebut merupakan hasil pengembangan Program Smart Fisheries Village (SFV) Budidaya Ikan Air Tawar yang dikelola BRPBATPP di Instalasi Perikanan Cijeruk, Bogor. Kegiatan ini juga melibatkan Komunitas Peduli Ciliwung, Komunitas Alkesa, serta Himpunan Alumni FPIK IPB.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, menekankan pentingnya keberlanjutan.

“Ketahanan pangan tidak hanya diukur dari ketersediaan, tetapi juga keberlanjutan. Karena itu, kami memastikan produk budi daya tidak terputus dari upaya pemulihan populasi ikan di alam. Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor ini adalah model sinergi yang harus diperluas ke daerah lain,” ujar I Nyoman Radiarta dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (26/11).

Kepala BRPBATPP Bogor, Raden Roro Sri Pudji Sinarni Dewi, yang memimpin langsung kegiatan, menyampaikan bahwa benih ikan yang ditebar merupakan spesies perairan umum yang kini mulai jarang ditemui.

Pelepasliaran ikan ini bertujuan memulihkan populasi ikan di alam, memperkuat ekosistem perairan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat, sejalan dengan tema Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12 “Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045”.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan dan pemenuhan gizi merupakan agenda yang berjalan beriringan.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Sebut Tekankan Win - Win Solution Dalam Perundingan Dengan AS

“Ini sebagai pengingat bahwa menjaga sungai berarti menjaga kehidupan generasi mendatang. Anak-anak Indonesia harus dibiasaan makan ikan sejak dini,” tegasnya.

Selain restocking, peringatan Harkannas di Kota Bogor juga diisi edukasi Gemar Makan Ikan (Gemarikan), lomba masak ikan, bazar olahan ikan, serta pelantikan Duta Jumat Makan Ikan (Jumani). Pemkot Bogor turut menyalurkan 12.000 paket ikan untuk penanganan stunting dan 8.000 paket bagi masyarakat umum sebagai intervensi peningkatan konsumsi ikan.

Sebagai bagian dari edukasi cinta lingkungan, para pegawai BRPBATPP juga terlibat dalam aksi bersih-bersih bantaran sungai bersama komunitas lainnya. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menempatkan kepentingan ekologi sebagai tujuan utama pengelolaan sektor kelautan dan perikanan nasional.

sumber : KKP RI

Bagikan:

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru