Pangkas Ketergantungan Impor, Kemenperin Fokus Kembangkan Desain Chip dan SDM Semikonduktor

Bandung, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi menetapkan pengembangan desain chip dan sumber daya manusia (SDM) sebagai pilar utama dalam membangun kedaulatan industri semikonduktor nasional. Langkah strategis ini diambil guna merespons lonjakan nilai impor komponen semikonduktor yang mencapai USD 4,87 miliar pada akhir 2025.

Dalam gelaran Indonesia Semiconductor Summit (ISS) 2026, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa pembangunan ekosistem ini merupakan proyek jangka panjang yang membutuhkan pendekatan realistis.

“Pengembangan industri semikonduktor nasional tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan ditempuh melalui pendekatan bertahap dan realistis dengan menempatkan pengembangan talenta dan desain chip sebagai langkah utama pada tahap awal,” ujarnya di Bandung, Kamis (29/1).

Kebutuhan akan microchip di Indonesia terus meroket seiring dengan target produksi laptop sebesar 1,57 juta unit pada 2026 serta penetrasi kendaraan listrik (EV) yang membutuhkan semikonduktor tiga kali lebih banyak dibanding mobil konvensional.

Ketergantungan terhadap pasokan luar negeri dinilai menjadi titik lemah ketahanan industri manufaktur. Menperin menyebut penguatan kekayaan intelektual (IP) lokal adalah kunci kemandirian.

“Tingginya ketergantungan impor semikonduktor menjadi sinyal penting bagi ketahanan industri nasional. Kondisi ini perlu direspons melalui penguatan ekosistem dalam negeri, khususnya pada aspek desain chip dan pengembangan kekayaan intelektual, sebagai fondasi awal kemandirian teknologi,” tegasnya.

Pemerintah telah menyusun roadmap komprehensif yang mencakup empat pilar: material, desain, fabrikasi (front end), serta perakitan dan pengujian (back end). Fokus saat ini diarahkan pada pembentukan nilai tambah agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar.

Sebagai langkah konkret, Kemenperin menginisiasi pembentukan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC). Organisasi nonprofit ini melibatkan raksasa elektronik lokal, PT Hartono Istana Teknologi (Polytron), serta pakar dari 13 universitas terkemuka untuk mencetak talenta desain chip kelas dunia.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Resmikan 26 Ribu Unit Rumah FLPP, Tegaskan Kebijakan Pro-Rakyat Kecil

“Roadmap pengembangan semikonduktor nasional menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mengejar investasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah nasional, memperkuat kemandirian teknologi, serta memastikan Indonesia terintegrasi secara berkelanjutan dalam ekosistem semikonduktor dunia,” pungkasnya.

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini