Jakarta, PR Politik – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menghadiri rapat perdana Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3-MPPE) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4). Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, guna membahas langkah-langkah akselerasi ekonomi nasional.
Pembentukan Satgas ini merupakan amanat langsung dari Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2026. Fokus utama pertemuan perdana ini mencakup identifikasi isu-isu sektoral yang menjadi penghambat laju pertumbuhan ekonomi dan perumusan solusi cepat yang dapat segera diimplementasikan.
Sebagai salah satu instrumen pendorong industri manufaktur, pemerintah menyepakati pemberian insentif khusus bagi industri plastik. Langkah ini diambil guna menjaga daya saing industri dalam negeri di tengah dinamika pasar global.
“Pemerintah menyampaikan sejumlah langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah pemberian insentif untuk bahan baku plastik dengan menurunkan bea masuk impor menjadi 0% untuk sementara selama enam bulan,” demikian hasil kesepakatan dalam rapat tersebut.
Selain insentif fiskal, pemerintah juga menyoroti aspek birokrasi perdagangan. Kemendag bersama anggota Satgas lainnya berkomitmen untuk melakukan transformasi pada sistem logistik dan perizinan impor agar lebih transparan dan efisien.
Salah satu poin krusial yang akan dibenahi adalah penyesuaian regulasi terkait Pertimbangan Teknis (Pertek). Penataan ulang ini bertujuan untuk menghilangkan sumbatan dalam rantai pasok industri tanpa mengabaikan aspek perlindungan terhadap produk dalam negeri.
Melalui kerja kolaboratif dalam wadah Satgas P3-MPPE ini, pemerintah optimistis target peningkatan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat tercapai melalui harmonisasi kebijakan antar-kementerian dan lembaga.
sumber : Kemendag RI















