Mitigasi Longsor Cisarua: Mentan Amran Wajibkan Alih Tanam ke Perkebunan di Lereng Curam

Bandung Barat, PR Politik – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan strategi mitigasi jangka panjang guna mencegah terulangnya bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Langkah ini difokuskan pada penataan ulang pola tanam berbasis kemiringan lahan untuk memperkuat struktur tanah di wilayah rawan tersebut.

Dalam kunjungannya ke lokasi bencana, Rabu (28/1), Mentan menegaskan bahwa area dengan kemiringan tajam tidak lagi diperbolehkan ditanami hortikultura secara tunggal, melainkan harus beralih ke tanaman perkebunan tahunan.

“Kami minta Pak Bupati, kami bersama Komisi IV, Pak Rajiv, ada kebetulan dapilnya di sini. Kami akan mengganti tanaman hortikultura di daerah kemiringan tajam. Itu kita ganti menjadi tanaman perkebunan. Contoh kelapa, kemudian kopi, alpukat. Ini sudah ada, anggarannya,” tegasnya.

Strategi ini membagi fungsi lahan secara tegas. Tanaman hortikultura tetap diizinkan di area yang landai, sementara area dengan kemiringan ekstrem wajib ditanami komoditas yang memiliki akar tunjang yang dalam untuk mengikat tanah.

“Kemiringannya 20 derajat, 30 derajat, apalagi 45 derajat. Daerah-daerah yang landai kita tanami hortikultura, jadi kita bagi. Kalau tanaman tahunan, itu akarnya bisa dalam sehingga mencegah erosi dan longsor,” ujarnya.

Mentan menjelaskan bahwa kebijakan ini didukung penuh oleh anggaran pusat. Presiden RI telah memerintahkan pengembangan tanaman perkebunan seluas 870 ribu hektare secara nasional, dengan prioritas utama pada titik-titik rawan bencana.

“Anggaran kita ada, cukup besar dari Bapak Presiden. Bapak Presiden perintahkan ada tanaman perkebunan kurang lebih 870 ribu hektare seluruh Indonesia. Khusus daerah-daerah rawan bencana, kita prioritaskan,” tambahnya.

Guna memastikan pendapatan petani tidak terputus saat beralih ke tanaman keras, Kementan menyarankan sistem sisipan atau tumpang sari selama masa transisi.

Baca Juga:  Mendes PDTT Paparkan Lima Program Prioritas Presiden Prabowo untuk Kesejahteraan Desa

“Petaninya, mungkin tergantung Pak Bupati nanti kalau ada lahan yang baik, siap tanam, di hutan tanaman industri dan seterusnya, kita bantu. Tapi dari pusat saran kami, yang daerah kemiringan itu kalau hortikultura disisip untuk sementara supaya overlap. Pendapatannya tetap ada disisip dengan tanaman perkebunan,” jelasnya.

Amran memproyeksikan bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan, komoditas seperti kopi dapat menjadi sumber pendapatan utama yang lebih stabil sekaligus menjadi benteng alami terhadap longsor. Ia memastikan pemerintah pusat akan bergerak cepat begitu usulan dari pemerintah daerah diterima.

“Nanti kami tinggal tunggu usulan dari Pak Bupati, Pak Gubernur. Insyaallah kita akan bergerak cepat. Karena kalau ini tidak dilakukan, akan terjadi lagi berikutnya. Ini sangat rawan, terutama yang kemiringan,” pungkasnya.

sumber : Kementan RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini