Mendikdasmen Buka Latsar CPNS, Tekankan Nilai RAMAH dan SANTUN untuk Birokrasi

Depok, PR Politik – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan kegiatan Pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Kemendikdasmen dalam memperkuat kapasitas SDM di bidang pendidikan dasar dan menengah, sejalan dengan upaya mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan peringatan kepada peserta Latsar CPNS mengenai tantangan birokrasi yang baru.

“Kehadiran para peserta di lingkungan birokrasi juga menjadi penanda munculnya tantangan baru. Dunia yang terus berubah cepat, perkembangan teknologi yang pesat, serta meningkatnya tuntutan masyarakat menuntut ASN untuk terus beradaptasi,” ungkapnya di Depok, Sabtu (4/10).

Oleh karena itu, Mendikdasmen menegaskan bahwa program Induksi merupakan langkah awal untuk menciptakan pegawai Kemendikdasmen yang RAMAH dan SANTUN, sesuai dengan nilai-nilai budaya kerja yang dijunjung tinggi. RAMAH merupakan akronim dari Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis, sedangkan SANTUN adalah akronim dari Setia, Amanah, Negarawan, Teladan, Unggul, dan Ngemong.

Latsar CPNS ini merupakan tahapan penting dalam proses pembentukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berintegritas, profesional, dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN). Pada kegiatan ini diadakan Induksi sebagai penguatan nilai-nilai dasar dan budaya di lingkungan Kemendikdasmen oleh Biro OSDM Kemendikdasmen bekerja sama dengan Dunamis. Sebagai salah satu rangkaian acara, Mendikdasmen juga menyematkan tanda pengenal kepada perwakilan peserta.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat memahami peran strategis ASN sebagai pelayan publik serta mampu berkontribusi secara optimal dalam mendukung transformasi pendidikan dasar dan menengah di Indonesia. Program Induksi dirancang untuk mendukung pegawai baru dalam beradaptasi, meningkatkan profesionalisme mereka, dan memastikan tumbuh kembangnya budaya profesionalisme kerja sebagai bekal pengabdian kepada bangsa dan negara.

Baca Juga:  Menko Pratikno Pastikan Mudik 2025 Berjalan Aman, Lancar, & Nyaman

 

 

sumber : Kemendikdasmen RI

Bagikan: