Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I (Surabaya–Sidoarjo), Reni Astuti, menegaskan bahwa setiap kebijakan di sektor pendidikan harus diambil secara hati-hati dan tidak dilakukan secara tergesa-gesa.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas pemberitaan terkait wacana kebijakan sekolah daring yang sempat digulirkan pemerintah. Menurut Reni, setiap keputusan di bidang pendidikan harus melalui kajian komprehensif, berbasis data, serta mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi peserta didik.
“Dalam membuat kebijakan, dalam hal ini sektor pendidikan, kita tidak boleh mengambil keputusan secara terburu-buru. Semua kebijakan harus melalui kajian yang mendalam agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi siswa,” ujar Reni.
Ia pun menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang membatalkan rencana penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, hingga saat ini pembelajaran tatap muka masih menjadi metode paling optimal dalam mendukung proses belajar mengajar. Interaksi langsung antara guru dan siswa dinilai memiliki peran penting, tidak hanya dalam pemahaman materi, tetapi juga dalam pembentukan karakter serta perkembangan sosial peserta didik.
“Sekolah tatap muka tetap menjadi pilihan terbaik saat ini, karena memberikan pengalaman belajar yang lebih utuh, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter,” jelasnya.
Reni juga mengingatkan bahwa inovasi dalam dunia pendidikan tetap diperlukan. Namun, implementasinya harus dilakukan secara terukur dan tidak mengorbankan kualitas pembelajaran.
Ia mendorong pemerintah untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tenaga pendidik, orang tua, hingga pakar pendidikan dalam setiap proses perumusan kebijakan.
Lebih lanjut, Reni berharap setiap kebijakan pendidikan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik peserta didik serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan nasional secara berkelanjutan.
“Tujuan utama pendidikan adalah mencetak generasi yang unggul. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus benar-benar matang dan berorientasi pada masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Dalam konteks penghematan energi yang menjadi isu nasional, Reni juga menekankan pentingnya kehati-hatian pemerintah dalam menentukan sektor yang relevan untuk penerapan kebijakan work from home (WFH), agar tidak mengganggu proses kegiatan pendidikan yang esensial.















