Legislator PAN Sigit Purnomo Minta Televisi Sajikan Tayangan Bermartabat dan Edukatif

Anggota Komisi VIII Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPR RI, Sigit Purnomo | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Sigit Purnomo Said atau yang lebih dikenal dengan Pasha Ungu, mengimbau agar stasiun televisi lebih bijak dalam menayangkan program siarannya kepada publik. Ia menegaskan bahwa tayangan televisi tidak hanya harus menghibur, tetapi juga mengandung nilai edukatif, serta menghormati norma sosial dan keagamaan.

Imbauan tersebut disampaikan Pasha menyusul munculnya polemik terkait salah satu tayangan televisi yang dianggap menyinggung kalangan pesantren dan kiai. Menurutnya, lembaga penyiaran seharusnya berfungsi sebagai sarana pendidikan publik, bukan sekadar alat untuk mengejar rating atau sensasi semata.

“Televisi memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini dan perilaku masyarakat. Karena itu, sudah seharusnya lembaga penyiaran menampilkan konten yang mendidik, membangun karakter, dan selaras dengan nilai moral bangsa,” ujar Pasha, Jumat (tanggal sesuai konteks).

Lebih lanjut, Pasha menekankan pentingnya peran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam mengawasi isi siaran dan menegakkan aturan penyiaran. Ia meminta KPI untuk tidak ragu memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang melanggar ketentuan atau menayangkan konten yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

“KPI harus hadir dan tegas. Jika ada pelanggaran terhadap norma sosial, etika, atau nilai agama, sanksi harus diberikan agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” tegasnya.

Pasha juga mengingatkan pelaku industri televisi agar selalu menjaga keseimbangan antara hiburan dan tanggung jawab moral terhadap penontonnya. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membentuk karakter serta pandangan masyarakat terhadap berbagai isu sosial dan budaya.

“Kita tidak menolak hiburan. Tapi hiburan itu harus bermartabat, mendidik, dan mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa,” kata mantan Wakil Wali Kota Palu tersebut.

Ia berharap polemik ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh lembaga penyiaran untuk lebih berhati-hati dalam memproduksi dan menayangkan program siaran. Pasha juga mengajak insan media menjadikan nilai edukasi dan penghormatan terhadap keberagaman sebagai pedoman utama dalam setiap produksi konten.

Baca Juga:  Okta Kumala Dewi Dukung Seruan Presiden Prabowo agar ASEAN Tetap Solid dan Jaga Stabilitas Kawasan

“Televisi seharusnya menjadi media yang menebar manfaat, bukan menimbulkan kontroversi. Mari kita bersama-sama menjaga ruang publik agar tetap sehat dan beradab,” tutup Pasha.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini