Legislator Golkar Dewi Yustisiana Minta Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM Aman Jelang Nataru

Anggota Komisi XII DPR RI Dewi Yustisiana

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, mendesak PT Pertamina Patra Niaga untuk memastikan pasokan serta distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal tersebut disampaikan Dewi usai kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI bersama jajaran Direksi Pertamina Patra Niaga di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (7/11/2025).

“Kami dari Komisi XII DPR RI meminta Direksi Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan dan persediaan BBM menjelang Nataru berjalan lancar. Jangan sampai terjadi kelangkaan, karena di beberapa daerah sudah terdengar adanya kelangkaan BBM, baik Pertalite maupun Pertamax,” ujar Dewi kepada wartawan.

Menurut Dewi, berdasarkan laporan yang diterima, pihak Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi lonjakan kebutuhan energi di akhir tahun dengan cukup baik. Namun, ia tetap menyoroti sejumlah isu yang perlu mendapat perhatian serius, termasuk dugaan peredaran BBM oplosan dan keluhan masyarakat terkait pelayanan di SPBU Pertamina.

“Kami meminta Direksi Patra Niaga memberikan atensi khusus untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, baik pelanggan BBM subsidi maupun nonsubsidi,” tegasnya.

Politisi Partai Golkar itu juga menekankan pentingnya pengawasan berkala terhadap seluruh SPBU, terutama yang beroperasi dengan sistem DODO (Dealer Owned Dealer Operate). Ia mendorong Pertamina Patra Niaga untuk rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) demi memastikan standar pelayanan tetap terjaga.

“Patra Niaga harus melakukan sidak berkala untuk memastikan standar operasional SPBU selalu terjaga dari waktu ke waktu,” jelas Dewi.

Lebih lanjut, ia menegaskan perlunya penerapan sanksi tegas terhadap SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran atau kecurangan. Menurutnya, tindakan seperti itu tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga merusak reputasi Pertamina sebagai satu-satunya BUMN penyalur BBM nasional.

Baca Juga:  Marak Eksploitasi Anak di Program Realitas, Anton Suratto Mendesak KPI Gandeng Polisi dan Kejaksaan

“Ketika terjadi kecurangan, yang dirugikan bukan hanya pelanggan, tetapi juga nama baik Pertamina. Karena itu, sanksi tegas perlu diterapkan agar tidak menjadi preseden buruk,” ungkapnya.

Meski memberikan sejumlah catatan, Dewi tetap mengapresiasi langkah cepat Pertamina Patra Niaga dalam menangani berbagai insiden di lapangan. Ia menilai manajemen perusahaan telah menunjukkan keseriusan dengan turun langsung meninjau lokasi kejadian, termasuk saat kasus BBM tercampur air beberapa waktu lalu.

“Saya melihat langsung keseriusan Dirut Patra Niaga, Pak Ega, yang turun langsung ke lapangan. Mereka juga membuka posko khusus untuk menindaklanjuti laporan masyarakat,” kata Dewi.

Dewi berharap upaya perbaikan dan pembenahan yang dilakukan Pertamina Patra Niaga tidak bersifat sementara, tetapi dijalankan secara berkelanjutan dan konsisten.

“Ke depan, kami berharap Pertamina Patra Niaga terus berbenah, tidak hanya karena ada isu, tetapi dilakukan secara konsisten demi pelayanan publik yang lebih baik,” pungkasnya.