Soe, PR Politik – Penguatan organisasi politik hingga tingkat desa dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga keterhubungan partai dengan konstituen, sekaligus menaikkan mutu representasi politik di daerah. Menyadari urgensi tersebut, DPD Partai Perindo Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bergerak cepat mempercepat pembentukan struktur kepengurusan hingga ke akar rumput sebagai fondasi utama menghadapi Pemilu 2029.
Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten TTS, Marthen Natonis, mengungkapkan bahwa struktur di tingkat DPD (Kabupaten) dan DPC (Kecamatan) saat ini telah terbentuk secara lengkap. Fokus operasional partai berikutnya adalah menuntaskan pembentukan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) di seluruh desa dan kelurahan di wilayah tersebut.
“Pemilu tidak bisa hanya mengandalkan figur. Struktur partai harus hidup sampai tingkat desa agar aspirasi masyarakat dapat dikawal secara berkelanjutan. Karena itu kami fokus menuntaskan DPRt dan memperkuat kaderisasi sebagai fondasi menghadapi Pemilu 2029,” kata Marthen saat dihubungi, Senin (29/6).
Saat ini, lanjutnya, DPRt telah resmi terbentuk di lebih dari 100 desa dari total 266 desa dan 12 kelurahan yang tersebar di Kabupaten TTS. Proses ekspansi struktural ini terus berjalan simultan dengan penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA) elektronik serta penguatan tertib administrasi kader di lapangan.
Penguatan infrastruktur partai ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas basis dukungan masyarakat sekaligus mendongkrak efektivitas kerja politik partai di tingkat lokal. Atas dasar kalkulasi tersebut, Perindo TTS secara berani mematok target perolehan enam kursi DPRD pada Pemilu 2029 mendatang.
Target ambisius tersebut dibarengi dengan skema rekrutmen anggota secara masif. DPD Partai Perindo TTS membidik penambahan 2.200 anggota baru melalui keterlibatan aktif seluruh pengurus dan anggota legislatif yang saat ini duduk di parlemen.
“Setiap anggota legislatif kami wajib merekrut 20 anggota per minggu, sedangkan setiap pengurus ditargetkan merekrut lima anggota setiap bulan. Langkah ini kami lakukan untuk memastikan mesin partai semakin kuat dan dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa selain memperkuat pos administrasi, strategi pemenangan partai juga dieksekusi melalui rekrutmen tokoh-tokoh potensial dari berbagai elemen masyarakat horizontal. Langkah inklusif tersebut mencakup perekrutan tokoh perempuan, penyandang disabilitas, tokoh pendidikan, tokoh agama, serta generasi muda dari berbagai latar belakang.
“Kami merekrut tokoh baru dari semua elemen masyarakat, baik perempuan, tokoh disabilitas, tokoh pendidikan, tokoh agama, tokoh muda, milenial, maupun lintas agama. Pada saat yang sama kami juga membangun tokoh dari internal yang memiliki kapabilitas, integritas tinggi, dan modal sosial yang kuat untuk menggerakkan mesin partai,” urainya.
Ia menggarisbawahi bahwa ceruk suara pemilih muda masih menjadi salah satu faktor penentu peta kemenangan dalam kontestasi politik modern. Oleh karena itu, DPD Partai Perindo TTS terus mendorong keterlibatan aktif generasi muda dan perempuan dalam struktur kepengurusan dari level DPC hingga DPRt, sekaligus memfasilitasi berbagai ruang kegiatan kepemudaan.
Melalui integrasi konsolidasi struktur, kaderisasi yang matang, serta penguatan representasi kelompok minoritas dan pemuda, Perindo TTS optimistis mampu memperluas ceruk dukungan publik sekaligus mengunci target enam kursi parlemen pada Pemilu 2029.
sumber : Perindo















