Cebu, PR Politik – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menghadiri pertemuan Extended Informal Consultation on The Implementation of The Five-Point Consensus yang menjadi bagian dari rangkaian ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM) Retreat di Cebu, Filipina. Dalam forum tersebut, Indonesia kembali menegaskan posisi strategisnya dalam upaya penyelesaian krisis politik dan kemanusiaan di Myanmar.
Pertemuan ini menjadi ajang bagi Menteri Luar Negeri Filipina, selaku Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk Myanmar, untuk memberikan pengarahan terkait dinamika terkini serta prioritas kerja organisasi kawasan dalam mengimplementasikan Konsensus Lima Poin (5PC).
Menlu Sugiono menyoroti bahwa isu Myanmar bukan sekadar urusan domestik satu negara, melainkan ujian nyata bagi kredibilitas ASEAN di mata internasional.
“Hal ini (kunjungan utsus ke Myanmar) menunjukkan komitmen ASEAN untuk memastikan bahwa rekonsiliasi di Myanmar tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya dalam sesi pertemuan tersebut.
Indonesia memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah diplomasi Filipina yang telah berkomunikasi dengan berbagai faksi di Myanmar. Namun, Menlu Sugiono menekankan perlunya terobosan kreatif yang lebih terukur untuk membangun stabilitas inklusif sebagai landasan nation-building.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Indonesia secara terbuka menawarkan bantuan praktis yang merujuk pada sejarah perjalanan bangsa sendiri dalam mengelola konflik internal dan desentralisasi.
“Indonesia juga terbuka untuk menawarkan dukungan praktis, termasuk berbagi pengalaman berharga kami dalam pembangunan bangsa, proses rekonsiliasi, dan penyelenggaraan otonomi daerah,” pungkasnya.
Keterlibatan konstruktif ASEAN dianggap sebagai harga mati untuk menjaga stabilitas kawasan. Indonesia siap memfasilitasi dialog yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di Myanmar guna mencapai solusi damai yang berkelanjutan.
Langkah diplomasi ini diharapkan mampu memecah kebuntuan implementasi 5PC yang selama ini dinilai melambat, sekaligus membuktikan bahwa prinsip sentralitas ASEAN tetap kuat dalam menghadapi krisis regional.
sumber : Kemlu RI















