Konektivitas Antarmoda Yogyakarta-Solo Minim, Komisi V DPR Dorong Penerapan Pembayaran Single Tap

Surakarta, PR Politik – Ketua Kelompok Komisi (Kapoksi) Fraksi Gerindra Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, mendorong akselerasi penerapan sistem pembayaran terpadu atau single tap pada layanan transportasi publik di sepanjang koridor Yogyakarta–Solo. Integrasi sistem ini dinilai menjadi kunci krusial untuk mempermudah pergerakan masyarakat dan wisatawan saat berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya.

Dukungan tersebut disampaikan di sela-sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Stasiun Solo Balapan, Surakarta, Jumat (17/7). Peninjauan ini digelar sebagai bagian dari fungsi pengawasan parlemen terhadap pengembangan sistem transportasi antarmoda di kawasan penyangga pariwisata tersebut.

“Tadi juga disampaikan dari Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Antarmoda bahwa mereka sedang menyiapkan sistem single tap mulai dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) sampai ke Solo yang bisa menggunakan satu kartu saja,” ujarnya membeberkan rencana taktis pemerintah.

Ia menjelaskan, sistem tersebut memungkinkan pengguna jasa transportasi menempuh perjalanan panjang hanya dengan berbekal satu kartu atau satu mekanisme pembayaran tunggal. Melalui skema ini, masyarakat tidak lagi direpotkan oleh metode pembayaran yang berbeda-beda ketika berganti armada.

Benahi Hambatan Sistem bagi Wisatawan Mancanegara

Merujuk pada hasil survei Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Antarmoda, Ia mengungkapkan fakta bahwa minimnya pemanfaatan transportasi publik oleh wisatawan mancanegara (wisman) bukan disebabkan oleh kelangkaan armada.

Akar masalahnya justru bersumber dari konektivitas antarmoda yang belum terintegrasi secara optimal, khususnya pada sektor birokrasi pembayaran. Kompleksitas ini kerap menyulitkan turis asing yang belum familier dengan mekanisme e-money lokal pada tiap-tiap layanan.

Melalui skema single tap, masyarakat dan pelancong nantinya dapat menikmati efisiensi perjalanan interkoneksi di koridor subosuka.

“Ini sangat mempermudah bagi wisatawan internasional dan juga domestik, karena seluruh perjalanan antarmoda dapat dilakukan dengan satu kali tap dan satu kali sistem pembayaran,” terangnya.

Baca Juga:  Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Lansia, Komisi VIII DPR Tuntut Kuota Tenaga Medis Haji 2027 Ditambah Dua Kali Lipat

Komisi V DPR RI memandang penyelarasan digitalisasi pembayaran ini sebagai langkah strategis untuk mewujudkan layanan transportasi publik yang lebih inklusif dan efisien. Kebijakan ini juga disiapkan sebagai bagian dari upaya membangun jaringan infrastruktur transportasi yang saling bertautan.

Selain menyempurnakan pengalaman perjalanan penumpang, penerapan kartu tunggal ini diharapkan mampu memicu migrasi massal pengguna jalan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Peralihan tersebut dipandang esensial untuk mengurai problem kemacetan kota sekaligus mendukung mobilitas hijau yang berkelanjutan.

Di sektor pariwisata, kemudahan akses dari pintu gerbang bandara menuju jantung kota dan titik destinasi wisata diyakini bakal mendongkrak daya saing regional Yogyakarta dan Solo di mata dunia.

Menutup keterangannya, Komisi V DPR RI mendesak agar pematangan sistem ini segera dirampungkan melalui koordinasi intensif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, serta lembaga perbankan terkait. Integrasi dari Bandara YIA hingga Solo diharapkan sesegera mungkin berjalan secara sederhana, cepat, dan nyaman.

sumber : Fraksi Gerindra

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini