Kejar Swasembada Energi, Wamen ESDM Pastikan Perusahaan Rusia Lanjutkan Proyek Blok Tuna Juni Depan

Kazan, PR Politik – Pemerintah terus menempatkan peningkatan angka lifting minyak dan gas bumi (migas) sebagai program prioritas nasional demi mencapai target swasembada energi. Guna merealisasikan hal tersebut, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menggelar pertemuan strategis dengan jajaran pimpinan perusahaan migas asal Rusia, Joint Stock Company Zarubezhneft (JSC Zarubezhneft).

Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela agenda kunjungan kerja menghadiri Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik di Kazan, Rusia. Dalam kesempatan ini, raksasa migas Rusia tersebut menyatakan kesiapan penuh untuk melanjutkan pengerjaan proyek Blok Tuna yang sempat tertunda.

Proyek Blok Tuna sebelumnya sempat mengalami kendala dan tertunda akibat mundurnya Premier Oil, anak perusahaan Harbour Energy, yang merupakan mitra kerja Zarubezhneft dalam menggarap blok tersebut. Namun, Pemerintah Indonesia memastikan bahwa proyek strategis di Laut Natuna ini akan segera berjalan kembali.

“Kami bertemu dengan Zarubezhneft dan membahas kelanjutan proyek Blok Tuna yang masih tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek tersebut pada Juni bulan depan. Pemerintah akan memberikan dukungan untuk kelanjutan proyek ini,” ujarnya usai pertemuan di Kazan, Rusia, Rabu (13/5) waktu setempat.

Zarubezhneft sendiri telah menancapkan investasinya di tanah air sejak tahun 2020 melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd., dengan mengakuisisi 50 persen participating interest (PI) pada Proyek Tuna.

Selain fokus pada Blok Tuna, perusahaan migas Rusia tersebut juga menyampaikan ketertarikan mendalam untuk memperluas portofolio bisnisnya di Indonesia. Zarubezhneft membidik pengerjaan proyek-proyek migas lain melalui penerapan teknologi maju Enhanced Oil Recovery (EOR) serta program reaktivasi sumur-sumur minyak yang sudah tidak aktif (idle).

Baca Juga:  Kejar Target Tahun Ajaran Baru, Kementerian PU Kerahkan 67 Ribu Pekerja untuk Proyek Sekolah Rakyat Tahap II

Langkah ekspansi ini telah dicatatkan secara resmi dalam dokumen Agreed Minutes SKB ke-14 RI-Rusia. Pihak Rusia menegaskan komitmen JSC Zarubezhneft untuk mempererat kemitraan dengan badan usaha migas domestik di Indonesia dalam mematangkan berbagai proyek baru.

Di samping itu, dalam pertemuan bilateral tersebut, pihak Rusia juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Indonesia terkait penyelesaian proses pemenuhan ketentuan (compliance) bagi perusahaan-perusahaan yang ditunjuk oleh Zarubezhneft, sebagai langkah awal dalam mengorganisasikan pasokan minyak ke Indonesia.

sumber : ESDM RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini