Jakarta, PR Politik – Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh atau yang akrab disapa Ninik, mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memberikan perlindungan serta pendampingan total bagi para korban dugaan kekerasan seksual oleh oknum kiai di Pati. Ninik mengutuk keras aksi tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan kemanusiaan yang menghancurkan masa depan korban.
Ninik menekankan bahwa penanganan kasus ini harus dilakukan secara tegas tanpa memandang latar belakang pelaku. Menurutnya, dampak dari kekerasan seksual jauh melampaui luka fisik, yakni trauma psikis yang membutuhkan perhatian serius.
“Ini tindakan biadab yang sama sekali tidak bisa ditolerir. Siapa pun pelakunya harus diproses secara hukum dengan tegas. Kekerasan seksual adalah kejahatan kemanusiaan yang menghancurkan rasa aman dan masa depan korban,” tegas Ninik di Jakarta, Jumat (8/5).
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini menilai bahwa kehadiran negara sangat krusial dalam memberikan layanan hukum, psikologis, dan sosial. Pendampingan tersebut mendesak untuk segera dilakukan mengingat kondisi mental para korban dipastikan berada dalam situasi yang sangat rentan.
“Pendampingan terhadap korban sangat penting karena psikis mereka pasti terguncang. Jangan sampai korban merasa sendirian menghadapi trauma dan tekanan sosial akibat kasus ini,” lanjut Ninik.
Sebagai bentuk komitmen organisasi, Perempuan Bangsa menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung mengawal kasus ini dan memastikan hak-hak para korban terpenuhi selama proses hukum berlangsung di kepolisian maupun pengadilan.
Di akhir pernyataannya, Ninik memberikan peringatan keras kepada publik dan media agar sangat berhati-hati dalam menangani informasi terkait identitas para korban. Perlindungan privasi dianggap sebagai bagian tidak terpisahkan dari proses pemulihan.
“Kami siap turun mendampingi para korban. Tetapi semua pihak harus menjaga privasi korban, tidak menyebarkan identitas maupun informasi yang dapat memperparah trauma mereka,” pungkasnya.
Melalui langkah ini, DPP Perempuan Bangsa berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi korban, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya keamanan di lingkungan pendidikan berbasis agama.
sumber : PKB















