Lombok Tengah, PR Politik – Kebakaran hebat yang melanda kawasan wisata adat Kampung Sade di Kabupaten Lombok Tengah mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Dr. H. Nanang Samodra, bergerak cepat menyalurkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) berupa tenda keluarga (family kit) dan perlengkapan tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban pada Ahad (23/8).
“Hari ini kami salurkan bantuan dari kemensos melalui kami DPR RI Komisi VIII untuk korban kebakaran kampung Sade,” jelasnya.
Bantuan tersebut difokuskan pada penyediaan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak. Sementara itu, untuk kebutuhan logistik dan konsumsi harian para pengungsi, penanganan telah ditanggulangi langsung oleh jajaran pemerintah daerah di lokasi pengungsian.
“Untuk konsumsi pihak dari Pemda lombok tengah telah menyiapkannya sehingga kami dari DPR RI komisi VIII dan kemensos memberikan Family kit saja,” terangnya.
Di tengah masa pemulihan darurat, kondisi psikologis para penyintas—khususnya anak-anak—menjadi prioritas utama. Nanang Samodra menegaskan perlunya percepatan pelaksanaan program trauma healing agar anak-anak dapat melupakan kecemasan pascabencana dan kembali beraktivitas dengan ceria.
“Saat ini yang tidak kalah penting juga adalah trauma healing bagi anak-anak,” ujarnya.
Guna langkah pemulihan jangka panjang, Nanang mendorong Bupati Lombok Tengah untuk segera mengajukan proposal resmi terkait rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) kawasan pemukiman adat kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kami menghimbau bupati lombok Tengah segera mengajukan proposal rehab rekon supaya bisa cepat di selesaikan,” jelasnya.
Merespons imbauan tersebut, Bupati Lombok Tengah, Lalu Fathul Bahri, menyatakan kesiapannya untuk segera bersurat dan menyusun rencana strategis rehab-rekon bagi Kampung Sade. Pemkab Lombok Tengah juga telah menggelar rapat terbatas bersama OPD tingkat kabupaten dan provinsi untuk merancang ulang master plan kawasan wisata adat tersebut agar lebih tertata, memiliki akses mitigasi bencana yang memadai, namun tetap mempertahankan keaslian budaya Sasak.
“Kami tentunya akan segera menyiapkan langkah strategis untuk menyusun rencana rehab rekon terhadap kampung warisan budaya ini,” ucapnya.
Bupati menegaskan komitmennya untuk menata ulang pemukiman tanpa menghilangkan nilai historisnya. “Kami tentunya akan menata ulang kampung Sade ini dengan lebih rapi namun tidak mengesampingkan keaslian budaya sasaknya,” ungkapnya.
sumber : Fraksi Demokrat















