Bali, PR Politik – Kementerian Kehutanan bersama Food and Agriculture Organization (FAO) membuka secara resmi kegiatan Global Forest Observations Initiative (GFOI) Plenary di Nusa Dua Bali, Selasa (21/10). Kegiatan yang berlangsung pada 21 – 23 Oktober 2025 ini dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai negara, lembaga donor, mitra pembangunan internasional, lembaga antariksa, institusi akademik, LSM, sektor swasta, dan para pakar kehutanan dunia.
Haruni Krisnawati, Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan, menegaskan pentingnya peran hutan Indonesia yang mencapai lebih dari 95 juta hektar dalam menopang kesejahteraan masyarakat dan mitigasi perubahan iklim global. Hutan Indonesia, yang menyimpan cadangan karbon terbesar di dunia, menjadi kunci dalam mewujudkan visi Indonesia’s Net Zero Emission dan target FOLU Net Sink 2030.
“Efektifitas kebijakan serta keberhasilan upaya perlindungan hutan bergantung pada data yang transparan, akurat, dan dapat diverifikasi,” ujar Haruni.
Indonesia terus memperkuat sistem pemantauan hutan melalui Sistem Monitoring Hutan Nasional (SIMONTANA) untuk pemantauan tutupan hutan, dan Sistem Informasi Pemantauan Kebakaran Hutan (SIPONGI) untuk deteksi dini.
Sistem monitoring hutan Indonesia kini terintegrasi dengan memadukan inventarisasi tapak, remote sensing, dan inovasi digital, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI). Transparansi dan kredibilitas data Indonesia diakui secara internasional melalui kesesuaian dengan pedoman Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).
Indonesia memandang GFOI sebagai platform strategis untuk kerja sama teknis, pertukaran pengetahuan, dan transfer teknologi yang transformatif. Pelaksanaan GFOI Plenary 2025 di Bali menjadi kesempatan untuk menunjukkan perkembangan dan pengalaman baik Indonesia dalam monitoring hutan.
Dalam penutup sambutannya, Haruni mengajak para peserta untuk memperkuat “jembatan kolaborasi” antara sains dan kebijakan, teknologi dan tradisi, serta antara negara maju dengan negara berkembang, sebagai wujud semangat kemitraan global menuju hutan yang lestari.
Selama tiga hari, GFOI Plenary 2025 membahas isu penting terkait inventarisasi dan pemantauan hutan, monitoring kebakaran hutan, serta pemantauan hutan untuk produksi komoditas hutan berkelanjutan. Kementerian Kehutanan juga menyelenggarakan side event bertema Monitoring Indonesia’s forests towards FOLU Net Sink 2030.
sumber : Kemenhut RI















