Harapan Baru Pesisir Gorontalo, Presiden Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan

Gorontalo, PR Politik – Denyut ekonomi di pesisir Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, memasuki babak baru dengan hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih. Kawasan yang dahulu terbatas secara fasilitas kini bertransformasi menjadi pusat aktivitas perikanan terintegrasi yang menjawab kebutuhan vital para nelayan, mulai dari ketersediaan es balok hingga area perbaikan jaring.

Optimisme masyarakat pesisir semakin menguat saat Presiden RI Prabowo Subianto hadir langsung meninjau fasilitas tersebut pada Sabtu (9/5). Kunjungan ini menegaskan bahwa penguatan sektor kelautan dan kesejahteraan nelayan lokal merupakan prioritas dalam agenda pembangunan nasional.

Bagi para nelayan, kehadiran fasilitas ini memberikan dampak ekonomi yang instan dan signifikan. Suhardi Darisse, salah satu tokoh nelayan setempat, mengungkapkan bahwa kemudahan akses logistik kini memangkas biaya operasional melaut secara drastis.

“Kami ini sudah merasa terbantu. Terutama es, yang kemarin membutuhkan es masih menggunakan transportasi biaya, ibu. Sekarang enggak, mobilnya di sini diantar dengan kendaraan. Kemudian harganya di bawah yang di kota ada 13 ribu (rupiah) per balok, di sini 6.500 (rupiah). Jadi baru di situ saja bu sudah terbantu kita nelayan,” ujarnya.

Kebutuhan es menjadi sangat krusial bagi nelayan jaring di Leato Selatan untuk menjaga kualitas tangkapan. Suhardi menjelaskan bahwa pada musim ikan yang bagus, satu unit usaha kapal bisa menghabiskan hingga 50 balok es dalam satu malam.

Ketua Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Abdul Rahman Lamusu, menjelaskan bahwa seluruh kawasan ini dikelola secara mandiri oleh Koperasi Kelurahan Merah Putih. Hal ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat pesisir yang digagas oleh pemerintah.

Saat ini, kawasan tersebut telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang komprehensif, antara lain:

  • Pabrik es dan gudang beku ikan (cold storage).

  • Bengkel nelayan dan tempat perbaikan jaring.

  • Docking perahu dan shelter pendaratan ikan.

  • Kios perbekalan, balai pertemuan, dan kantor pengelola.

Baca Juga:  Dukung Program "Gentengisasi" Presiden Prabowo, Kemenperin Pacu Standarisasi Industri Keramik Nasional

“Alhamdulillah nelayan sudah memanfaatkan fasilitas yang ada, terutama es balok untuk kebutuhan melaut,” katanya.

Sebelum adanya fasilitas terpadu ini, para nelayan harus menempuh perjalanan darat sejauh 8 hingga 10 kilometer hanya untuk mendapatkan es balok atau bahan bakar. Jarak yang jauh tersebut tidak hanya memakan waktu, tetapi juga meningkatkan biaya produksi yang membebani nelayan kecil.

“Kebetulan sekarang di kawasan ini sudah disediakan pabrik es untuk nelayan melaut,” lanjutnya.

Hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih kini menjadi simbol keyakinan baru bagi warga pesisir Gorontalo. Dengan akses yang lebih mudah dan harga yang lebih terjangkau, kesejahteraan nelayan diharapkan dapat terus tumbuh melalui pengelolaan yang dilakukan langsung oleh komunitas setempat.

sumber : Kemensetneg RI