Hadiri Haul Ploso, Gus Muhaimin Ajak Santri Ambil Peran Hadapi Tantangan Dunia

Kediri, PR Politik – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Gus Muhaimin, menghadiri acara Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dalam momentum sakral tersebut, Gus Muhaimin menegaskan krusialnya kontribusi aktif santri dan lembaga pesantren dalam menjawab berbagai tantangan dinamis yang dihadapi bangsa serta dunia di masa depan.

Di hadapan jajaran ulama, masyayikh, ribuan santri, alumni, serta masyarakat luas yang memadati lokasi, Gus Muhaimin menyampaikan bahwa kehadirannya di tengah keluarga besar Ponpes Al-Falah Ploso didasari oleh niat tulus untuk merawat sanad keilmuan dan spiritualitas.

“Saya datang ke sini tidak lain adalah untuk ngalap barokah para masyayikh, para ulama. Yang hadir di sini juga dari berbagai peran, ada yang di pemerintahan dan ada yang di luar pemerintahan. Semua dengan satu niat mendapatkan berkah. Semoga apa yang kita laksanakan dan perjuangkan mendapat rida Allah SWT, kemudahan, serta keberkahan sehingga terwujud izzul Islam wal muslimin, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya, Selasa malam (23/6).

Ia memaparkan bahwa catatan sejarah telah menguji dan membuktikan portofolio besar para masyayikh dan dunia pesantren dalam mengawal eksistensi ibu pertiwi, mulai dari era perlawanan terhadap kolonialisme hingga fase mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Berangkat dari akumulasi sejarah tersebut, ia menilai sudah masanya generasi santri masa kini bertransformasi mengambil porsi tanggung jawab yang lebih masif dalam arsitektur pembangunan nasional.

“Saatnya santri, saatnya pondok pesantren mengambil peran masa depan sebagaimana para masyayikh mengambil peran mengawal kemerdekaan, melawan penjajah hingga lahirnya bangsa ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong segenap santri dan jejaring alumni Al-Falah Ploso untuk meneladani heroisme perjuangan para guru terdahulu, sekaligus berani tampil sebagai pemecah masalah (problem solver) atas berbagai turbulensi sosial-ekonomi yang menggelayuti masyarakat horizontal.

Baca Juga:  Kejar Tenggat Timsel Agustus 2026, Golkar Desak Prabowo Kumpulkan Elite Parpol Bahas Revisi UU Pemilu

“Saatnya kita semua, terutama santri dan para alumni Al-Falah Ploso, mengambil peran untuk menjadi solusi umat, solusi bangsa, bahkan solusi bagi dunia yang saat ini menghadapi berbagai tantangan,” katanya.

Ia juga memohon restu dan doa dari para kiai agar seluruh langkah politik serta ikhtiar keumatan yang ditempuh oleh barisan partainya konsisten berpijak pada koridor nilai, ajaran, dan warisan luhur para leluhur pesantren.

“Mohon doanya agar semua perjuangan ini senantiasa berjalan sesuai dengan nilai-nilai, ajaran, dan warisan yang telah diberikan para masyayikh kepada bangsa kita,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia melayangkan rasa syukur serta kebanggaan atas keberhasilan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso di bawah asuhan KH. Nurul Huda Jazuli yang sukses menjadi episentrum penyelenggaraan dua agenda besar berskala nasional milik Nahdlatul Ulama, yakni Munas dan Konbes NU. Meski memiliki keterbatasan untuk hadir secara fisik pada forum tersebut, ia mengapresiasi jalannya rangkaian acara yang bergulir tertib tanpa hambatan teknis.

“Alhamdulillah, Pondok Pesantren Ploso telah sukses menjadi tuan rumah hajat besar Nahdlatul Ulama. Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ucapnya.

Kehadirannya di Kediri terpantau dikawal ketat oleh barisan elite DPP PKB, antara lain Wakil Ketua Umum Hanif Dhakiri, Anggota Dewan Syuro Taufik R. Abdullah, Sekretaris Jenderal Hasanuddin Wahid, Bendahara Umum Bambang Susanto, Ketua DPP Abdul Halim Iskandar, serta Wakil Sekretaris Jenderal Anggia Ermarini. Sinergi ini mempertegas komitmen kepengurusan partai dalam menjaga kedekatan emosional dengan basis kultural di daerah.

sumber : PKB

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru