Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Idrus Salim Al Jufri mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menggelar dialog terbuka bersama tujuh pemimpin redaksi media nasional dan seorang presenter televisi pada 6 April 2025.
Menurut Habib Idrus, inisiatif Presiden tersebut mencerminkan kepemimpinan yang komunikatif dan terbuka, serta patut mendapat apresiasi tinggi dari publik.
“Dalam situasi sosial-politik yang dinamis seperti hari ini, inisiatif tersebut tidak hanya penting, tetapi juga strategis,” ungkap Anggota DPR RI dari Dapil Banten III ini.
Habib Idrus menegaskan bahwa pertemuan yang berlangsung di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, bukan sekadar seremoni komunikasi biasa. Ia menyebut kegiatan itu sebagai bentuk kesadaran Presiden akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas kepada publik.
“Bahwa dalam era informasi yang cepat dan kompleks, kebenaran tak cukup disuarakan oleh pemerintah semata, tetapi juga perlu dipahami dan disampaikan oleh media secara utuh,” ujar legislator yang dikenal sebagai “Habibnya Tangerang” ini.
Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang membidangi komunikasi, informatika, pertahanan, dan luar negeri, Habib Idrus menilai forum semacam ini sebagai wadah rekonsiliasi narasi antara negara dan rakyat.
“Komunikasi bukan sekadar soal menyampaikan, tetapi juga mendengar, memahami, dan menjawab. Dengan menghadirkan para pemimpin redaksi dari berbagai platform media, Presiden tidak hanya menjawab isu, tetapi mengajak media menjadi mitra dalam membentuk persepsi publik yang sehat dan objektif,” pungkasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam dialog tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah kebijakan prioritas pemerintah, seperti efisiensi belanja negara dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), secara lugas dan transparan.
“Langkah ini patut menjadi preseden baru dalam pola komunikasi kenegaraan, yang tidak lagi bertumpu pada formalitas birokratik, melainkan mengedepankan dialog dua arah yang dinamis dan membangun kepercayaan,” terang Habib Idrus.
Ia menambahkan, masyarakat saat ini semakin cerdas dalam mengakses dan memilah informasi. Di tengah derasnya arus informasi dan perdebatan digital yang tak terkendali, kehadiran Presiden sebagai narasumber utama bangsa merupakan bentuk kepemimpinan yang menyatukan.
“Saya percaya, komunikasi yang baik bukan hanya menjernihkan informasi, tetapi juga menguatkan demokrasi. Ketika pemimpin negara menunjukkan keterbukaan, maka rakyat merasa didengar. Ketika media diberi ruang untuk bertanya, maka publik memperoleh narasi yang seimbang,” jelasnya.
Oleh karena itu, Habib Idrus menyatakan dukungannya terhadap pendekatan komunikasi yang dilakukan Presiden Prabowo.
“Dialog yang intensif dengan media harus menjadi bagian dari agenda rutin kenegaraan, bukan hanya saat ada tekanan isu, tetapi sebagai prinsip dasar pemerintahan yang demokratis dan partisipatif,” imbuhnya.
“Mari kita bangun sinergi antara pemerintah, parlemen, dan media dalam bingkai komunikasi publik yang jujur, solutif, dan menjunjung tinggi etika. Karena di era keterbukaan ini, kepercayaan publik adalah kekuatan utama pemimpin, dan komunikasi adalah jembatan terdekat menuju legitimasi,” tutup Habib Idrus.
Sumber: fraksi.pks.id















