Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Idrus Salim Al-Jufri, menyampaikan interupsi dalam Sidang Paripurna DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/03/2025). Dalam interupsinya, pria yang akrab disapa Habib Idrus ini mengutuk keras aksi genosida yang kembali dilakukan oleh zionis Israel terhadap masyarakat Gaza.
“Sejak 7 Oktober 2023, dunia menyaksikan tragedi kemanusiaan paling brutal di abad ini. Agresi militer Israel ke Gaza berlangsung tanpa jeda dan tanpa rasa kemanusiaan,” ujar Habib Idrus.
Ia menyoroti jumlah korban yang terus meningkat, dengan lebih dari 50.000 warga Palestina gugur. Dari jumlah tersebut, lebih dari 70% merupakan perempuan dan anak-anak, termasuk lebih dari 13.000 anak-anak yang terbunuh.
“Ini bukan sekadar statistik. Ini adalah wajah nyata dari pembantaian massal yang terjadi setiap hari, setiap jam, di hadapan dunia yang membisu. Lebih dari 60% infrastruktur Gaza telah hancur. Rumah sakit dibom, sekolah-sekolah UNRWA dihancurkan, tempat ibadah dijadikan target, jurnalis dan relawan kemanusiaan turut dibantai,” tegas Anggota DPR RI dari Dapil Banten III ini.
Menurutnya, situasi semakin memprihatinkan karena Israel kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata yang seharusnya menjadi titik terang di bulan suci Ramadan. Ia mengungkapkan bahwa serangan brutal Israel telah menghancurkan Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, satu-satunya pusat perawatan kanker di Gaza, menyebabkan ribuan pasien kehilangan akses pengobatan yang vital.
“Justru di bulan Ramadan, Israel kembali melancarkan serangan brutal yang menghancurkan Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, satu-satunya pusat perawatan kanker di Gaza. Ribuan pasien kanker kini kehilangan akses terhadap pengobatan yang vital,” ujarnya.
Serangan juga menyasar Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, menewaskan sedikitnya lima orang. Hal ini menambah daftar panjang fasilitas kesehatan yang hancur akibat agresi Israel.
“Setelah berakhirnya gencatan senjata tahap pertama yang dimulai Januari 2024, dan gagalnya gencatan senjata tahap kedua, Israel kembali melanjutkan serangan pada 18 Maret 2025,” jelasnya.
Dalam enam hari terakhir, Habib Idrus mencatat ada 730 warga Palestina yang tewas dan 1.367 lainnya luka-luka, termasuk 57 korban jiwa dalam 24 jam terakhir. Angka ini menunjukkan bahwa kekerasan di Gaza terus meningkat.
“Ini bukan sekadar konflik. Ini adalah genosida modern. Sebuah ‘Holocaust versi abad 21’ yang dilakukan secara sistematis dan terang-terangan oleh rezim Zionis terhadap lebih dari 2,3 juta penduduk sipil Gaza yang tidak memiliki tempat untuk berlindung,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa Israel, yang selama ini menggunakan Holocaust sebagai legitimasi politik, justru mengulang sejarah kelam tersebut dengan menjadi pelaku genosida di Gaza.
“Oleh karena itu, melalui forum yang terhormat ini, saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia yang telah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza,” ungkapnya.
Habib Idrus juga mendesak pemerintah untuk terus melanjutkan upaya diplomasi di tingkat internasional, baik melalui jalur bilateral, PBB, OKI, maupun kanal diplomasi lainnya untuk menghentikan pembantaian di Gaza serta membuka akses penuh bagi bantuan kemanusiaan.
“Kami juga mengajak DPR RI agar menyampaikan sikap politik resmi yang tegas, bukan hanya sebagai representasi rakyat Indonesia, tapi juga sebagai pelaksana amanat konstitusi, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” ujar Habib Idrus.
Ia menyerukan agar seluruh fraksi di DPR RI bersatu dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, baik melalui jalur diplomasi, aksi kemanusiaan, maupun solidaritas internasional lainnya.
“Saudara-saudara sekalian, diam kita hari ini bisa menjadi dosa. Tapi suara kita bisa menjadi amal yang tercatat dalam sejarah,” tutupnya.
Sumber: fraksi.pks.id















