Goda Investor Eurasia di INNOPROM 2026, Kemenperin Pamerkan 5 Kawasan Industri Siap Bangun

Ekaterinburg, PR Politik – Para investor dari kawasan Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU) kini dapat meninjau langsung berbagai lokasi investasi siap bangun yang ditawarkan oleh Indonesia. Langkah strategis ini dibuka lebar melalui partisipasi aktif Indonesia sebagai Official Partner Country pada ajang INNOPROM 2026 yang berlangsung pada 6–9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia.

Dalam pameran industri terbesar di kawasan Eurasia tersebut, Indonesia memboyong lima pengelola Kawasan Industri (KI) unggulan. Kelima kawasan tersebut dipromosikan mengantongi berbagai keunggulan absolut, mulai dari infrastruktur yang terintegrasi, insentif fiskal yang kompetitif, hingga konektivitas logistik makro yang menyokong penuh kegiatan manufaktur.

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, memaparkan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam pameran internasional ini merupakan bagian dari arsitektur besar pemerintah untuk memperluas kerja sama industri. Langkah ini juga ditujukan untuk mendukung program Asta Cita melalui penguatan industrialisasi, hilirisasi komoditas, dan penciptaan lapangan kerja massal.

“Kami ingin investor Eurasia melihat bahwa Indonesia bukan hanya pasar yang besar, tetapi juga mitra produksi yang siap tumbuh bersama. Kami menghadirkan lokasi investasi yang telah didukung infrastruktur, regulasi, dan layanan yang semakin kompetitif sehingga perusahaan dapat segera membangun basis produksinya di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (9/7).

Ia menegaskan bahwa ekspansi dan pengembangan kawasan industri merupakan pilar utama strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan penyebaran industri sekaligus mendongkrak daya saing manufaktur nasional. Menurutnya, kawasan industri tidak sekadar berfungsi menyediakan lahan bagi korporasi untuk beroperasi, melainkan mengakselerasi lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di daerah.

Kesiapan Indonesia dalam menawarkan draf investasi yang kompetitif ini dibuktikan dengan catatan kinerja sektor kawasan industri yang terus melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, menjelaskan bahwa penerjunan lima pengelola kawasan industri sebagai co-exhibitor di Rusia ini dibidik untuk memotong jalur birokrasi komunikasi bisnis.

Baca Juga:  Mendes PDTT Dorong Pemanfaatan SDM Desa Tenjo Ayu, Lapangan Kerja Akan Masuk

“Kami ingin mempermudah investor memperoleh informasi yang mereka butuhkan. Di INNOPROM, mereka dapat berdiskusi langsung dengan pengelola kawasan industri, memahami fasilitas yang tersedia, mengenal berbagai skema insentif, hingga menjajaki peluang kerja sama sesuai kebutuhan usahanya. Harapannya, pertemuan di pameran ini dapat berlanjut menjadi investasi yang terealisasi di Indonesia,” katanya.

Delegasi kawasan industri yang tampil di INNOPROM 2026 merepresentasikan keberagaman status kawasan di tanah air, mulai dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan terintegrasi pelabuhan internasional (seaport integrated), hingga kawasan terkemuka tujuan investasi manufaktur global. Kelimanya terdiri atas KI Wiraraja Indonesia/PT Galang Bumi Industri, PT Kawasan Industri Terpadu Batang (Persero) selaku pengelola KEK Industropolis Batang, Bintan Industrial Estate, Kendal Industrial Park, serta didampingi oleh Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI).

Executive Director PT Kawasan Industri Terpadu Batang (Persero), Juliani Sari Kusumaningrum, menambahkan bahwa draf kebutuhan investor modern saat ini telah bergeser pada kesiapan fasilitas pendukung operasional instan agar pabrik dapat langsung berproduksi.

“Di kawasan kami, investor tidak perlu memulai semuanya dari nol. Lahan siap bangun, jaringan utilitas, insentif fiskal melalui skema Kawasan Ekonomi Khusus, hingga akses logistik yang terhubung langsung dengan pelabuhan internasional telah tersedia. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih fokus mempercepat operasional dan pengembangan bisnisnya,” pungkasnya menyudahi keterangannya.

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini